Reporter : Erlin
Editor : Kang Upi
ANDOOLO – DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan penyerobotan lahan oleh PT Merbau seluas 1.60 Ha.
Dugaan penyerobotan lahan masyarakat yang diadukan ke DPRD Konsel ini disebutkan terjadi di Desa Laeya dan Desa Lerepako Kecamatan Laeya.
Salah seorang perwakilan warga, Emil Nuryadin menjelaskan dalam RDP di ruang rapat DPRD Konsel, Selasa (23/7/2019), warga di Kecamatan Laeya khususnya di Desa Laeya dan Lerepako mengeluhkan lahan mereka yang dirampas perusahaan.

“Ada sekitar 22 Ha lahan masyarakat yang sampai saat ini belum mendapatkan hak mereka, namun pihak perusahaan sudah membangun diatas lahan masyarakat yang belum dibayar atau diganti rugi,” ungkapnya.
Sementara itu, Jefri dari Poros Muda Sultra selaku pendamping warga menegaskan, jika masyarakat ingin DPRD segera turun lapangan, karena perusahaan sudah beroperasi di lahan masyarakat yang belum diganti rugi.
BACA JUGA :
- Ketua HIPTI Sultra Rusmin Abdul Gani Sentil Aturan Baru ESDM Bagus, Tapi Bisa Picu Konflik Pengusaha Lokal
- Bendahara PERADI Profesional Kendari Lawyer Iwan Dapat Penghargaan dari Direktur MEK TV Jafrun, Bongkar Anggaran Khusus Cetak Advokat Bermutu
- Tingkatkan Akses Keadilan, PERADI Profesional Sultra Berkomitmen Dampingi Masyarakat Kecil -Lawyer Perempuan Dr. Hijriani dapat Penghargaan MEK TV
- Sang Deklarator PERADI Profesional Sultra Terima Penghargaan dari Direktur MEK TV, Dr. Syahiruddin Latif : PERADI Profesional Hadir di Sultra Tekankan Etika Advokat dan Siapkan Bantuan Hukum Gratis
- Jaga Marwah Advokat, Ketua DPD Peradi Profesional Kendari di MEK TV : Kami Siapkan Layanan Pengaduan Etik, Klien Bisa Lapor Kalau Advokat Nakal
- Akhir Bulan Tetap Senyum, INFORMA Kendari Banting Harga Furnitur Estetik Mulai 33 Ribu, Member Auto Cuan
Menanggapi masalah ini, Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo yang memimpin RDP meminta agar perwakilan masyarakat melengkapi data terkait beberapa desa yang lahannya diserobot atau digusur pihak perusahaan.
“Kita akan mempertemukan antara pihak perusahaan PT Merbau dan masyarakat agar masing-masing menunjukkan dokumen bukti pembelian lahannya” ujarnya
Irham juga berjanji minggu depan pihaknya akan menjadwalkan pertemuan tersebut di Balai Desa Laeya. “Insya Allah pertemuan ini akan diadakan minggu depan antara hari Selasa atau Rabu,” tegasnya (B)











