Reporter : Ardilan
Editor : Kang Upi
BAUBAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau memindahkan lokasi pembangunan menara pandangan di Pantai Nirwana Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Lokasi pembangunan menara ini dipindahkan setelah menuai protes dari masyarakat. Pemindahan ini juga berdasarkan hasil rapat dengan instansi terkait di Kantor BPBD Baubau, Senin (25/11/2019).
“Kita bongkar dan mundurkan kurang lebih 10 meter kebelakang dari lokasi awal dibangun. Memang ada kerugian tapi itu resiko. Kita hanya menjawab isu miring dari masyarakat bahwa mereka terganggu dengan itu,” kata Kepala BPBD, La Ode Muslimin Hibali ditemui usai rapat.
Dijelaskannya juga, BPBD Kota Baubau membangun menara tersebut untuk mengawai keselamatan wisatawan di Pantai Nirwana. Sebab, sudah beberapa kali terjadi peristiwa wisatawan yang tenggelam.
“Ada yang tenggelam, tidak ada yang bertanggung jawab. BPBD ingin hadir disitu dengan rescue-nya. Waktu pengerjaannya tetap sama karena kita dikejar waktu ini. Tadi sudah disanggupi perencana dan pemborongnya,” ujarnya.
Ditemui terpisah, salah seorang wisatawan lokal, Muhammad Awal menjelaskan, lokasi pembangunan menara pantau tersebut memang membuat pengunjung seperti dirinya kurang nyaman.
Baca Juga :
- RKAB Tak Terbit, Rakyat Menjerit! Ekonomi Masyarakat Torobulu Terancam Lumpuh
- Tampil Maksimal, SMAN 8 Konsel Optimis Juara Harapan Satu
- Gubernur ASR Beberkan Empat Prioritas Pembangunan di Sultra di Hadapan Lukman Abunawas saat Pengukuhan IKA SMAN 1 Kendari
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Tri Saktiawan Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
- DPRD Konawe Terima Rancangan KUA-PPAS Perubahan 2026 dari Pemda, Sekda : Defisit Rp174,5 Miliar Ditutup SiLPA dan Pinjaman
- Ditreskrimsus Polda Sultra Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Pemkot Baubau, Berkas Tersangka Dinyatakan Lengkap
“Menaranya dibangun terlalu dekat dengan laut. Baru ditempat biasa anak-anak main-main kalau lagi di pantai. Coba dibangun jangan disitu kah supaya tidak mengganggu aktifitas masyarakat yang berwisata,” tutur Awal.
Selain itu, Awal juga mengaku risau karena menara pantau dibangun di lokasi tersebut, maka menara itu rubuh akibat dihantam ombak khususnya saat air laut sedang pasang (naik).
“Memang bagus niatnya BPBD tapi kalau air laut naik ini menara bisa tumbang karena dihantam ombak yang keras. Bagus kalau misalnya rubuh tidak kena orang, tapi kalau saat itu ada pengunjung kan bisa gawat. Itu yang saya takutkan,” ungkap Awal. /B











