REDAKSI
KENDARI – Selain Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sultra juga akan melakukan penyelidikan kasus terbakarnya gedung laboratorium milik PT Obsidian Stainlies Stell (PT OSS).
Kepala Dinas Nakertrans Sultra, Saemu Alwi, mengatakan, kejadian tersebut merupakan kecelakaan kerja, sehingga pihaknya harus bergerak cepat melakukan penyelidikan.
“Dalam satu kali 24 jam, Insha Allah saya akan turunkan tim pemeriksa di lokasi kejadia ,” jelas Saemu Alwi kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).
BACA JUGA :
- Bersama Agung Alpajri B, Wujudkan Desa Molo Indah yang Lebih Baik: Siap Maju di Pilkades 2026
- Demo Pemuda LIRA Konsel Soal Konflik Royalti Lahan di Blok D2 wilayah IUP PT Jagad Rayatama Watumohoti, Wakapolres Kompol Hartono Turun Langsung Kawal Hingga ke DPRD
- Pagi Buta Kapolres Konsel Jadi Polisi Lalu Lintas di Mowila, Ingatkan Pengendara: Pakai Helm, Jangan Pakai Knalpot Brong
- Cacat Hukum! Tender Jalan Motaha – Alangga dan Paket Peningkatan Jalan Kasipute – Lora – Bambaya Rp 30 Miliar Menang Tanpa Jaminan Penawaran, Ketua PII : Tunda Tahun Depan
- Polres Konsel Humanis! Minggu Kasih di Gereja Siloam Punggaluku, Kasat Samapta Wakili Kapolres sampaikan Pesan Damai: Jaga Toleransi, Kuatkan Kerukunan
- Pasca Gerebek Narkoba, Polda Sultra dan TNI Patroli Bersama Warga Kampung Salo, Warga : Terima Kasih Kapolda
Saemu Alwi bilang, hari ini, Kamis 15 Agustus, pihaknya sudah mengirim surat ke PT OSS, yang intinya meminta pihak perusahaan untuk memberikan keterangan tertulis terkait kejadin tersebut.
Keterangan itu, lanjut Saemu Alwi, akan menjadi dasar timnya turun ke lapangan melakukan penyelidikan. “Dasarnya itu (keterangan tertulis dari PT OSS), kami menurunkan tim ke lapangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Sultra juga akan melakukan penyelidikan kasus tersebut. Pihak Polda saat ini sedang menunggu kedatangan tim dari Laboratoriun Forensik Cabang Makassar untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP.
Diketahui, gedung Laboratorium milik PT Obsidian Stainlies Stell di Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, terbakar, sekitar pukul 10.45 WITA, pada Rabu (14/8/2019).
Akibat kejadian tersebut, 19 karyawan, yang terdiri dari 17 wanita, dan 2 orang pria mengalami luka dan pingsan.











