Dompet Dhuafa Koordinasi Program Kesehatan BUN di BKKBN Sultra

NEWS233 dibaca

KENDARI,MEDIAKENDARI.COM – Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Tim Layanan Kesehatan Cuma Cuma (LKC) melakukan kunjungan di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sultra pada Senin, 01 Agustus 2022.

Kunjungan ini adalah kali kedua untuk Koordinasi Program Kesehatan Bidan Untuk Negeri (BUN) dari Dompet Dhuafa yg rencana di salurkan di Sulawesi Tenggara pada salah satu Wilayah yg Memiliki angka Stunting tinggi.

Koordinator Program BUN dari Dompet Dhuafa, Asdin mengungkapkan ini adalah Program pemberdayaan Kesehatan masyarakat Khususnya Nakes, Untuk memberikan layanan kesehatan cuma cuma demi menurunkan angka stunting sejak remaja, pra nikah, Masa Kehamilan dan pasca kelahiran hingga1000 Hari Kehidupan.

Sementara itu, Manajer Fundraising dan Kemitraan Dompet Dhuafa Sultra, Hasmin Roy mengatakan program penanganan stunting merupakan agenda dan rencana kerja Dompet Dhuafa (DD) Sultra yang telah disusun dalam upaya partisipasi percepatan penurunan stunting di wilayah Sultra melalui intervensi sensitif dan spesifik.

“Koordinasi ini merupakan langkah awal perwujudan kepedulian Dompet Dhuafa terhadap kasus stunting khususnya di wilayah Sultra. Melalui koordinasi bersama jajaran Pimpinan BKKBN Sultra, langkah strategis percepatan penurunan stunting dapat segera kami realisasikan,” katanya

Baca Juga : Bupati Konawe Selatan Hadiri Peresmian Kantor Bank Sultra Cabang Jakarta

Ditempat sama, Kepala BKKBN Sultra, Asmar mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan Dompet Dhuafa Sultra dan mengapresiasi rencana program dari dompet dhuafa.

“Kami berharap program tersebut nantinya dapat membantu menekan laju stunting di wilayah Sultra. Harapannya dengan kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, diharapkan dapat efektif dalam perencanaan dan pengembangan program kedepannya,” ungkapnya saat diwawancarai.

Lebih lanjut Asmar menjelaskan Kabupaten Buton Selatan menjadi lokus pendampingan karena merupakan wilayah dengan stunting tinggi di Sultra yakni 45,2% sehingga perlu dilaksanakan koordinasi lebih lanjut bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB Kabupaten dalam pelaksanaan program

Reporter : Dila Aidzin