Reporter: Hasrun
Editor: Kang Upi
RUMBIA – Fraksi Kebangkitan dan Keadilan DPRD Bombana, Sulawesi Tenggara meminta Pemerintah Kabupaten Bombana mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanjan Daerah (APBD) tahun 2020 dengan prinsip akuntabilitas.
Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Fraksi Kebangkitan dan Keadailan DPRD Bomabana, Nurkholis saat penyampaian pandangan fraksi atas pidato Bupati Bombana tentang Raperda APBD tahun 2020 di Ruang rapat DPRD, Kamis (28/11/2019).
“APBD Tahun Anggaran 2020 mempunyai peran yang sangat strategis, untuk mendukung aktivitas pemerintah dalam menjalankan fungsinya dengan baik,” papar Nurkholis.
Menurutnya, RAPBD juga untuk menunjang pelayanan publik dan implementasi berbagai macam regulasi dalam meningkatkan pembangunan di berbagai sektor,serta untuk memberdayakan masyarakat.
“Juga merupakan instrumen teknik dan idealisme pembangunan yang ingin diwujudkan pemerintah daerah yang warnanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian
- Kasus Penipuan Online di Sultra Tembus 943 Perkara, Facebook Jadi Modus dan Media yang Paling Dominan
- Berhasil Kurangi Pengangguran, Lima Daerah di Sultra Raih Penghargaan dari Kemendagri
- Kolaka Terima Dua Penghargaan, Mendagri: Kalau Yang Lain Belum Dapat Saya Minta Maaf
- LPS Pastikan Dana Masyarakat Tetap Aman, Bunga Penjaminan Tak Berubah
- Polda Sultra Salurkan Ribuan Kupon Kurban, Wujud Kepedulian Sosial dan Pengabdian Polri untuk Masyarakat
Nurkholis menyebut, penyusunan APBD substansinya untuk melakukan penyesuaian kondisi terkini yang ada di masyarakat, sehingga APBD secara tepat memberi manfaat dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, kata Nurkholis, prinsip akuntabilitas publik harus diberlakukan kepada seluruh lembaga pengguna APBD yang bekerja di atas legalitas dan legitimasi masyarakat.
“Apalagi dengan tema peningkatan sumber daya manusia dan pertumbuhan berkualitas.Semoga menjadi gerakan dan arus perubahan utama pembangunan Bombana,” tegasnya. /C











