Editor : Kang Upi
KENDARI – Banjir yang melanda Kabupaten Konawe sejak dua pekan silam, rupanya tidak hanya merusak infrastruktur dan ribuan bangunan lainnya, tetapi juga berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan warga.
Berdasarkan data yang dirilis, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Konawe, Syahrul, SKM.MM, sebanyak 4496 warga yang menjadi korban banjir kini dilaporkan sakit.
BACA JUGA :
- Peserta Mudik Gratis di Kendari Mengaku Dimintai Rp12 Ribu, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Mayat Perempuan Ditemukan di Kawasan Eks MTQ Kendari, Polisi Selidiki Kasus
- Berangkat ke Kampus, Mahasiswi IAIN Kendari Dilaporkan Hilang
- PNS di Bombana Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
- Ditemukan Bersama Motornya, Pria Tewas di Kolong Jembatan
- Tragedi Laka Lantas di Kendari, Anak Perempuan Tewas Tertabrak Kendaraan Misterius
Dari jumlah tersebut, dua diantaranya dilaporkan meninggal dunia dan 11 orang warga harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Berdasarkan data jumlah korban terdampak banjir, warga dari Desa Anggotoa, Kecamatan Anggotoa dilaporkan dengan jumlah terbanyak yang mengalami sakit yakni 261 warga.
Untuk jumlah terbanyak kedua yakni dari Desa Lawulo, Kecamatan Anggaberi dengan jumlah warga yang sakit mencapai 246 orang.
Untuk memberikan pelayanan atas keluhan kesehatan warga yang menjadi korban banjir ini, Dinkes Konawe menyiagakan 17 Puskesmas dan BLUD RSUD Konawe.











