Reporter : Erlin
Editor : Taya
ANDOOLO – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel) kembali mengamankan dua tersangka narkoba. Mereka adalah Ardan (27) dan Robi (33). Keduanya diamankan jajaran Satnarkoba Polres Konsel yang diduga menyalahgunaan zat adiktif itu di Desa Horodopi, Kecamatan Benua dan di Desa Watumokala, Kecamatan Andoolo Barat.
Kapolres Konsel AKBP Dedy Adrianto mengungkapkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari info warga sekitar bahwa di tempat tersebut sering terjadi transaksi barang haram itu.
“Anggota akhirnya melakukan penyelidikan dan pengembangan. Dan akhirnya Minggu sekitar pukul 00 : 30 wita Satnarkoba menangkap kedua orang tersangka itu di tempat berbeda,” ungkap Dedy.
Selain dua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) di tangan tersangka dua sachet shabu berat bruto 0,67 gram.
BACA JUGA :
- Lawan PT SCM Routa, HIPTI Sultra Naungi Terbentuknya Kualisi Besar
- Kapolda Sultra Saksikan Pemeriksaan Senpi Anggota, Pastikan Penggunaan Sesuai SOP Dengan Pengawasan Melekat
- Tiga Kepala OPD di Konawe Akan Diperiksa Polisi Kasus Dugaan Suap Pelantikan Pejabat di TPA Mataiwoi
- Balai Bahasa Sultra Cari Generasi Muda untuk Duta Bahasa 2026
- Mayat Perempuan Ditemukan di Kawasan Eks MTQ Kendari, Polisi Selidiki Kasus
- Koalisi Save Routa Muncul, PT SCM Didesak Realisasikan Pembangunan Smelter
“Anggota juga mengamankan BB lain dua buah handphone merk Nokia dan merk Hammer warna hitam. satu buah korek gas, satu buah sendok sabhu terbuat dari pipet warna putih, dan satu buah taperware warna biru,” jelasnya.
Dari hasil keterangan kedua tersangka, paket kristal bening itu diperoleh melalui rekannya Candra (DPO) yang diduga adalah pengedar.
“Mereka membeli dari temannya Candra sebanyak 2 gram. Lalu mereka jual kembali dengan paket kecil seharga Rp 200 ribu per sachet. Saat diamankan, BB tersisa dua paket,” imbuhnya.
Ditambahkan, saat ini anggota Polres Konsel masih mengejar tersangka lain (Candra, red) yang kini sudah masuk DPO Polres Konsel.
“Adapun Pasal yang disangkakan yakni 112, 114 undang-undang nomor 35 tajun 2009 tentang narkotika,” tambahnya. (a)











