Reporter : Muh. Ardiansyah R.
Editor : Kang Upik
KENDARI – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Road to Fesyar 2019 di Lippo Plaza Kendari, Minggu, (1/9/2019).
Road to Fesyar merupakan suatu event pendahulu dalam kegiatan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Kepala BI Kpw Sultra, Suharman Tabrani dalam sambutannya menjelaskan, Bank Indonesia melalui kegiatan Road to Fesyar, Fesyar dan ISEF berupaya mendorong pengembangan ekonomi syariah terutama dalam industri yang memiliki potensi.
“Diharapkan dapat mendorong pengembangan perekonomian syariah secara lebih luas di Sulawesi Tenggara secara khususnya,” kata Suharman.
BACA JUGA :
- Kejari Konawe Gelar Penilaian Barang Rampasan Ore Nikel Hasil Tambang Ilegal di Konut
- Kapolda Sultra Ajak Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026
- Konsorsium Driver Sultra Surati Gubernur, Ini Materi Pengaduannya
- Konsorsium Aktivis di Konawe sebut KPK RI tidak Punya Taring Usut 8 Proyek Diduga Mengalami Kerugian Negara Pantastis?
- Buka Turnamen Kapolda Sultra Cup Basketball Competition 2026, Himawan Bayu Aji : Wadah Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi
Ia juga menuturkan, banyak negara mulai memandang ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru pertumbuhan ekonomi dan mendeklarasikan visinya sebagai pemain utama dalam perekonomian syariah di dunia.
“Indonesia telah masuk sebagai top 5 negara dengan pengeluaran terbesar untuk beberapa industri seperti halal food, halal fashion dan halal travel namun masih belum dapat menjadi pemain utama dalam industri tersebut,” terangnya.
Sementara itu, Mewakili Gubernur Sultra Ali Mazi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Ekonomi Setda Sultra, Yuni Nurmalawati menuturkan, bahwa guna memenuhi target peningkatan ekonomi di Sultra, pihaknya mendorong terciptanya konektifitas yang luas.
“Meningkatkan konektivitas dan kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam rangka peningkatan daya saing daerah melalui pembangunan dan perbaikan infranstruktur dan aspek sosial ekonomi,” jelasnya











