oleh

Gubernur Sultra Lantik 12 Kepala OPD Hasil Assesment

-SULTRA-69 dibaca

Reporter : Rahmat R. / Editor: Kang Upi

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi melantik 12 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, Jumat 28 Agustus 2020.

Para pejabat yang dilantik tersebut merupakan hasil assesment seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang dilaksanakan Juni 2020, oleh Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Pemprov Sultra.

Untuk pelantikan ini sendiri digelar berdasarkan SK Gubernur Sultra Nomor 419 Tahun 2020 tanggal 27 Agustus 2020 tentang pengangkatan JPTP Lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Sultra.

Untuk 12 pejabat yang dilantik yakni:

  1. J. Robery sebagai Kepala Bappeda Sultra,
  2. Parinringi sebagai kepala Kesebangpol,
  3. Nur Saleh sebagai Kepala Dinas Perpusatakaan,
  4. Abdul Rahim sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan SDA
  5. Andi Azis sebagai Kepala Dinas ESDM
  6. Asrun Lio sebagai Kepala Dinas Dikbud
  7. Budianto Kadidaa sebagai Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan
  8. La Ode Saifuddin sebagai Kepala Dinas Pariwisata
  9. Ridwan Badalla sebagai Kepala Dinas Kominfo
  10. Basiran sebagai Asisiten I
  11. Belli Tonbili sebagai Kepala Biro Pembangunan
  12. Yuni Nurnalawati sebagai Kepala Biro Ekonomi

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra, Ali Mazi menuturkan, agar pelantikan tersebut tidak dimaknai sebagai penetapan figur pejabat saja, tetapi dari sudut kepentingan dan organisasi.

“Pelantikan ini hal lumrah agar pemerintah berjalan dalam keselarasan dalam Organisasi,” kata Ali Mazi.

Ali Mazi juga menegaskan, bahwa pelantikan yang digelarnya itu merupakan rangkan dari proses seleksi terbuka JPTP. Sehingga dalam kurun waktu tersebut, jabatan kepala OPD yang kosong diisi pelaksana tugas (Plt) .

“Di luar sana banyak yang bilang jabatan di isi Plt-Plt. Saya dan Wagub Pak Lukman tidak menginginkan Plt. Semua melalui proses, ” terang Orang Nomor Satu di Bumi Anoa ini.

Politisi Nasdem ini juga berpesan agar pejabat yang baru dilantik agar tidak gegabah dan sewenang-wenang dalam menjalankan kepemimpinan dan jabatannya.

“Jangan karena sudah dilantik sewenang-wenang. Sekali lagi pelantikan ini jangan dimaknai dengan iri dan dengki. Saya butuh kemampuan anda semua untuk membantu pemerintahan ini, ” tegas Ali Mazi.

Terkini