Iklan Bombana
Bupati Konawe Utara Ruksamin saat peletakan batu pertama pembangunan 841 Hunian Sementara (Huntara) korban banjir di Desa Puusuli Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, Rabu (18/9/2019). (Foto: Mediakendari.com/Mumun/A)

841 Huntara untuk Korban Banjir di Konut Mulai Dibangun

Reporter: Mumun
Editor: Wiwid Abid Abadi

WANGGUDU – Sebanyak 841 hunian sementara (Huntara) untuk korban banjir bandang di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai dibangun. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang ditempatkan di Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Rabu (18/9/2019).

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Ruksamin, bersama Direktur Perbaikan Darurat Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI, Medi Herlianto dan juga Project Manager PT Tata Logam Lestari, Krisna Dewanti.

iklan hps

Project Manager PT Tata Logam Lestari, Krisna Dewanti mengatakan, jika proses pembangunan 841 huntara untuk korban banjir tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga, masyarakat dimintanya untuk bersabar.

“Kita perlu berterima kasih kepada Bupati Konawe Utara dan juga BNPB RI. Karena usaha dan kerja keras kita bisa sampai ke tahap ini. Semua ini tidak sebentar, prosesnya panjang. Mulai dari penyiapan lahan, barang dan bahan mesti dikirim. Administrasi yang diurus sangat banyak. Saya harap, masyarakat korban banjir lebih bersabar supaya kita bisa tinggal di tempat yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ruksamin, mengucapkan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang selalu berkonsultasi dengan Pemkab Konut sejak musibah banjir melanda.

BACA JUGA:

“Luar biasa kita di Konut, ada banyak saudara-saudara kita di daerah lain yang mengalami nasib yang sama yakni korban banjir. Tapi Konawe Utara yang mendapatkam hunian semantara ini,” terangnya.

Ketua DPW PBB Sultra ini berharap, warga korban banjir terus berkomunikasi langsung dengan Pemda, jika ada hal yang menjadi pertanyaan, ataupun tuntutan.

Mantan Ketua DPRD Konut ini menegaskan, pembangunan huntara tersebut tidak mengganggu sistem dan penyaluran bantuan, mengingat tahun politik sebentar lagi akan tiba. Karena Pemerintah Konawe Utara sedang fokus membenahi daerah pasca banjir ini.

“Ini baru huntara, pemerintah saat ini sedang menggodok hunian tetap (huntap). Dan juga bantuan hidup yang sementara kita rancang. Huntara saja prosesnya segini, apalagi kedepan akan lebih sulit prosesnya. Maka dari itu saya meminta dukungan masyarakat serta doa, karena pemerintah tidak pernah tinggal diam dan terus bekerja mengurus semua masyarakat Konut,” tutupnya. (B)

Iklan BLUD Konawe
error: Content is protected !!