oleh

Humas KPK RI Silaturahmi Dengan Pengurus PWI Sultra

-FEATURED, Kendari-53 dibaca

KENDARI, MEDIA KENDARI.COM – Usai pembukaan pelatihan bersama kapasitas aparat penegak hukum dalam penanganan tindak pidana korupsi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (31/7/2017). Dua orang Hubungan Masyarakat (Humas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Sultra).

Dua orang humas KPK RI yakni Febri Diansyah (Jubir KPK) dan Ipi Maryati K.
Keduanya, saat berkunjung dikantor PWI Sultra diterima langsung oleh Ketua PWI Sultra, Sarjono S.Sos.M.Si di ruang rapat PWI.
Dihadapan pengurus PWI Sultra, Febri Diansyah mengatakan bahwa silaturahmi ini digelar guna mempererat talisiturahmi dengan jajaran Wartawan yang bernaung di organisasi ini.
“Ini hanyalah silaturrahmi biasa saja antara KPK dan kawan-kawan wartawan PWI di Kendari ini. Yang mana interaksi dengan kawan kawan media merupakan satu hal yang penting,” ujar Jubir KPK RI.
Saat berkunjung di Kantor PWI Sultra,  Jubir KPK mejelaskan banyak hal terkait strategi penanganan kasus di KPK RI.
Dikatakannya, kerjasama interaksi antara penegak hukum dan wartawan merupakan satu hal yang sanagat penting. Dan tentu juga interaksi teman-teman media dengan institusi-institusi terkait dengan segala pungsi yang ada. Apakah itu pungsi desiminasi informasinya atau pengawasan yang telah dijalankan oleh pers selama ini.
” Terkait apa yang dilakukan oleh KPK sendiri sebenarnya ada banyak fase yang telah kita lakukan. Dimana dalam penanganan perkara ada yang namanya proses yang lebih awal dilakukan yaitu yang disebut dengan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) atau klarifikasi yang sangat awal sebenarnya,” ucap Febri menjelaskan tahapan dalam melakukan penanganan perkara di KPK.
Lebih jauh Febri menerangkan, kemudian kalau informasinya dinilai sudah cukup untuk ditingkatkan lebih lanjut. Barulah dilakukan penyelidikan.
” Tahap awal klarifikasi (pulbaket) atau penyelidikan ini pasti belum ada orang yang diduga terlibat. Jadi ini sebenarnya pekerjaan yang sebaiknya dilakukan se tertutup mungkin. Makanya kami sering ditanya didua fase ini relatif tidak merespon,” katanya
Febri mengakui tengah menangani kasus di Sulawesi Tenggara. Namun kasus tersebut masih sifatnya penyidikan dan itu diumumkan.
” Saat itu kita umumkan siapa inisialnya dan jabatanya. Kasusnya seperti apa,” terang Febri menjelaskan metode penanganan perkara di KPK.
Sementara itu, Sarjono saat membuka acara silaturrahmi mengatakan bahwa  wartawan dalam peningkatan kafasitas dalam penegakan hukum di Sultra ini, wartawan tidak jalan sendiri.
Oleh karena itu, Wartawan yang bernaung di PWI selalu membangun sinergitas dalam mendapatkan informasi maupun peningkatan kafasitas wartawan.
“Wartawan- wartawan yang tersebar di media ini, dari waktu ke waktu selalu ditantang dengan kemajuan masyarakat untuk memuaskan publik,” pungkasnya
Sarjono juga meminta kepada Humas KPK RI untuk bekerjasama dengan PWI Sultra dalam peningkatan kafasitas wartawan.
Mendengar usul dari Ketua PWI Sultra, Jubir KPK, Febri Diansyah merespon dengan baik.
Menurut Febri, setiap kegiatan KPK RI yang di Sultra akan mengirim rilis ke PWI Sultra. Dan nanti PWI Sultra yang membagikan ke anggota PWI.
Laporan : Jafrun

Terkini