oleh

IAIN Kendari Kumpul Bukti Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen

Reporter : Supriyadin Tungga

KENDARI – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari bergerak cepat mengumpulkan bukti dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang oknum dosen terhadap sejumlah mahasiswi.

Rektor IAIN Kendari Prof.Dr.Faizah Binti Awad, M.Pd menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengumpulan bukti dengan melibatkan fakultas, lembaga kemahasiswaan, bersama korban.

“Kami sementara melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk pembuktian benar atau tidak benar adanya,” kata Prof.Dr.faizah binti Awad,M.Pd, Rabu, 18 November 2020 di ruang kerjanya.

Menurutnya, pengumpulan bukti itu dilakukan dalam rangka pembuktian benar atau tidaknya dugaan pelecehan seksual tersebut, untuk pengambilan keputusan sesuai kode etik.

“Takutnya jika kita langsung men-justice, jangan sampai kita bertindak tidak melalui jalur hukum dan regulasi aturan kode etik yang ada,” terang profesor bidang bimbingan konseling ini.

Guru besar pertama di kampus Islam terbesar di Sultra itu menyebut, bukti yang telah dikumpulkannya berupa seperti rekaman suara, penyaksian secara lisan dan tulisan yang dimuat dalam via whatsap oknum dosen dan korban.

“Sebenarnya saya tidak ingin masalah ini telalu lama untuk dituntaskan apa lagi melakukan pembiaran, hanya karena Wakil Rektor II dan III saat ini laporannya keduanya sedang sakit, maka rapat belum dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditemui Ketua Senat Mahasiswa  (SEMA) IAIN Kendari, Sarman menegaskan, bahwa seluruh lembaga kemahasiswaan akan mengusut dan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Saya harap rektorat bisa mengambil langkah cepat dan pengumpulan barang bukti yang akurat, jika tidak maka pihaknya akan mengusut sampai ke ranah hukum,” tegasnya.

Terkini