Redaksi
KENDARI – Indonesia Creative City Network (ICCN) mendukung sekaligus mendorong Kota Baubau sebagai salah satu kota kreatif dunia kedepannya. Hal tersebut diungkapkan Ketua ICCN Fiki Satari ketika ditemui disela-sela kegiatan Baubau Creative Festival yang berlangsung di Kotamara, Kota Baubau.
“Dengan melihat potensi ekonomi kreatif serta kekayaan narasi budaya Baubau sebagai eks Kesultanan, Baubau ini memiliki potensi besar untuk di dorong sebagai salah satu kota kreatif sepanjang ada kolaborasi harmonis di antara stakeholder yang ada,” Ungkapnya
Pria yang akrab disapa Kang Fiki ini melihat pengembangan Baubau sebagai Kota Kreatif merupakan salah satu strategi untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah ini. Sehingga peran dan dukungan pemerintah itu dibutuhkan untuk menyiapkan iklim tumbuh kembang ekonomi kreatif.
“Kota dengan benteng terluas di dunia ini punya posisi stategis dan sejak dulu memang berperan sebagai kota dagang dan jasa. Semestinya ekonomi kreatif dapat dijadikan sebagai tulang punggung perekonomian daerah ini. Dengan catatan pemerintah daerahnya serius dalam upaya penciptaan iklim tumbuh kembang ekonomi kreatif didaerah, ” Tambahnya.
Baca Juga:
- Turun ke Warkop, Kapolres Konawe Selatan Ajak Warga Jaga Kampung : Kamtibmas Tanggung Jawab Bersama
- Santai Tapi Tegas! Wakapolda Sultra Ngopi Bareng Ketua Kopdar Rusmin dan Tokoh Sultra Bisman Saranani, Bahas Kantibmas, Narkoba, Miras Hingga Judol
- Lagi! Polres Konsel Gagalkan Peredaran 50 Sachet Sabu 11,62 Gram di Lamboo Moramo, Pemuda 20 Tahun Diciduk
- Bengkel Seni FISIP UHO Bangkit! Resmi Lantik 73 Anggota Baru di 5 Divisi, Siap Guncang Panggung Seni Kampus
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
Menurutnya pengembangan sebuah kota kreatif itu tidak mudah sebab memerlukan kerjasama serta sinergi antar para pemangku kepentingan. Sehingga kolaborasi yang baik antara para pemangku kepentingan akan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif sehingga pihak-pihak didalamnya dapat berkreasi lebih maksimal.
“Saya melihat komunitas kreatif Baubau yang di dominasi anak muda ini adalah pemain utama. Sehingga jika sedari awal ada kolaborasi yang harmonis antara para pemangku kepentingan mulai dari komunitas, pemerintah, media, akademisi serta pelaku bisnis bisa terjalin dengan baik, maka puncak bonus demografi yang akan datang justru bisa jadi kekuatan penggerak ekonomi kota ini,” Tutupnya.









