Reporter : Rahmat R.
Editor : Def
KENDARI – Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kusnadi, menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Perencaan Pembangunan regional dua yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papau yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (13/03/2019) lalu.
Dalam melakukan presentasi dihadapan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementrian dalam negeri (Kemendagri) dan Kemenkominfo. Mantan Karo Humas Setda Sultra itu langsung mengkritik Joint Program dan Pembanungan Tower atau Base Transceiver Station (BTS) yang dipaparkan Menteri Kominfo, Rudi Antara, karena apa yang dipresentasikan belum diketahui modelnya seperti apa.
Baca Juga :
- Apresiasi Penanganan Tipikor, Ampuh Desak Kajati Sultra Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Bank BPD Sebesar Rp 7, 7 Miliar
- Ada Apa Wartawan Diminta Keluar dari Ruang Kegiatan KPK di Balai Kota Kendari?
- Polda Sultra Perkuat Mitigasi Karhutla, Jaringan Listrik Jadi Perhatian
- BREAKING: ADV ASPIN S.H., M.H BANTAH KERAS PT SJAP “PLASMA 20% SEJAK 2023 TIDAK PERNAH SAMPAI KE WARGA WAWOONE!
- Pertamina Gandeng Kejati Sultra, Perkuat Tata Kelola dan Jamin Pelayanan Energi untuk Masyarakat
- Kebutuhan BBM Naik, Pertamina Maksimalkan Penyaluran Pertalite untuk Warga Kota Kendari
“Join Program belum terealisasi sampai sekarang. Ini yang kami kritik, sampai saat ini juga tidak kepastian,” ungkapnya saat di ruang kerjanya, Jumat (15/03/2019).
Selain itu, dirinya juga ikut mengkritik kurangnya koordinasi antara pusat dan Pemerintah Provinsi Sultra. Karena selama ini koordinasinya langsung ke kabupaten/kota.
“Kalau ada pembangunan mereka langsung ke kabupaten. Padahal kalau ada koordinasi kami bisa fasilitasi, ini juga yang kami tekankan kepada perwakilan Kemenkominfo,” imbuh Kusnadi. (B)











