INDONESIA -Ratusan tentara Indonesia akan dikerahkan untuk melanjutkan pekerjaan membangun jalan raya trans-Papua, sebut TNI hari Jumat, setelah para pekerja sipil kabur dari proyek pembangunan penting yang menjadi target serangan para anggota kelompok separatis Papua.
Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, pembangunan yang melalui hutan di daerah pegunungan Papua, dari Wamena hingga Merauke, akan berlanjut meskipun ada serangkaian serangan. Ia mengatakan pengerahan 600 personel militer akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga :
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
- Bulog KC Unaaha Raih Penghargaan Bergengsi: Pimpinan Cabang Terbaik se-Indonesia
- Mahakarya Tenun Sobi Curi Perhatian di Belanda, Produk Mantel Heritage Laris di Pasar Internasional
- Tampil Penuh Semangat, Atlet Silat Sultra Harun Akbar Amankan Medali Perunggu di Palembang
- Hugua Wakili Gubernur Bahas Kerjasama dengan BUMN Rusia Terkait Pembangunan Listrik Tenaga Nuklir di Sultra
- World Water Forum ke-10 Sejalan dengan Kearifan Lokal Bali
Amankan Pergeseran Pasukan di Papua, 3 Personil TNI Tewas
Sembilan belas orang, termasuk satu anggota TNI, tewas dalam serangan 2 Desember lalu, dan tiga personel TNI yang menjadi anggota Satgas Penegakan Hukum yang bertugas memberikan pengamanan bagi para ahli teknik militer, tewas hari Kamis.
“Pada 2 Desember, kita semua tahu telah terjadi pembantaian yang keji,” kata Aidi kepada para wartawan. “Tak ada lagi pekerja yang berani bekerja di sana.”
Sejak November, sedikitnya 31 orang tewas dalam konflik, tidak termasuk kematian warga sipil yang belum dikukuhkan, yang menurut para aktivis Papua terjadi semasa operasi militer Indonesia. [uh]











