INDONESIA -Ratusan tentara Indonesia akan dikerahkan untuk melanjutkan pekerjaan membangun jalan raya trans-Papua, sebut TNI hari Jumat, setelah para pekerja sipil kabur dari proyek pembangunan penting yang menjadi target serangan para anggota kelompok separatis Papua.
Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, pembangunan yang melalui hutan di daerah pegunungan Papua, dari Wamena hingga Merauke, akan berlanjut meskipun ada serangkaian serangan. Ia mengatakan pengerahan 600 personel militer akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga :
- Istri Gubernur Sultra ASR Bungkam Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2.19, Gerak Sultra Akan Pertanyakan Langsung ke Kejagung dan Kejati Sultra
- Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT
- Kejagung diminta Transparan Terkait Pengembalian Uang Negara Hasil Garapan Hutan Lindung Milik Istri Gubernur ASR di Bombana Capai Rp2,19 T
- Prabowo Bentuk Satgas PKH, Gerak Sultra Minta Presiden RI Tegur Pemilik PT Tiran Group Indonesia Atas Sanksi PHK
- Dewan Pers Terbitkan “Kecaman Resmi” atas Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
Amankan Pergeseran Pasukan di Papua, 3 Personil TNI Tewas
Sembilan belas orang, termasuk satu anggota TNI, tewas dalam serangan 2 Desember lalu, dan tiga personel TNI yang menjadi anggota Satgas Penegakan Hukum yang bertugas memberikan pengamanan bagi para ahli teknik militer, tewas hari Kamis.
“Pada 2 Desember, kita semua tahu telah terjadi pembantaian yang keji,” kata Aidi kepada para wartawan. “Tak ada lagi pekerja yang berani bekerja di sana.”
Sejak November, sedikitnya 31 orang tewas dalam konflik, tidak termasuk kematian warga sipil yang belum dikukuhkan, yang menurut para aktivis Papua terjadi semasa operasi militer Indonesia. [uh]











