oleh

Ini Dampak Pembangunan Infrastruktur Teluk Kendari Bagi Perempuan Pesisir

-FEATURED, Kendari, SULTRA-89 dibaca

KENDARI – Banyaknya pembangunan infrastruktur yang dibangun di wilayah Teluk Kendari mulai dari jembatan penghubung Bahteramas, Tambak Labu hingga Masjid apung Al Alam kini sudah memiliki dampak terutama para perempuan pesisir yang menganggap mengurangi pendapatannya secara ekonomi.

Seorang pencari kerang di wilayah Teluk Kendari, Ibu Yanti mengaku selama adanya tambak labu dirinya sudah sulit untuk mendapatkan kerang. Bahkan katanya, ia harus pergi jauh untuk mencarinya.

“Biasanya di depan rumah saja, sekarang kita harus pergi jauh bahkan harus naik ojek,” ujarnya saat Talk Show Hari Pangan Sedunia.

Belum lagi Siti Suleha, seorang ibu pencari ikan yang terkena dampak dari pembangunan teluk harus mencari ikan hingga ke muara teluk kendari dengan hasil tangkapan yang jauh lebih sedikit.

“Dulu biasa saya mendapat ikan sampai satu gabus dan itu hanya di dalam teluk, kalau sekarang untung dapat satu ember ikan, itupun harus pergi ke muara,” paparnya.

Rahmania, seorang penjual ikan, juga punya cerita lain lagi. Dirinya mengaku, sebelum adanya pembangunan infrastruktur di wilayah teluk kendari, ia bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 200 ribu dari sekali menjual ikan. Namun katanya, kini keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp 100 ribu saja.

“Dulu modal saya Rp 500 ribu itu sudah cukup, kalau sekarang sudah tidak cukup lagi. Karena ikan sudah mahal, soalnya mencari ikan sudah jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Solidaritas Perempuan (SP) Kendari, Wa Ode Surti Ningsi yang aktif mendampingi para perempuan pesisir teluk kendari mengungkapkan, pembangunan infrastruktur teluk sangat berdampak, bukan hanya para nelayan tetapi juga para perempuan pesisir yang ikut menggantungkan hidupnya di laut kendari.

“Para ibu-ibu pesisir ini sangat terkena dampak dari pembangunan di seputaran teluk. Mata pencaharian mereka secara tidak langsung dihilangkan,” paparnya.

Belum lagi katanya, bantuan pemerintah tidak pernah menyentuh para perempuan pesisir itu.”Kita sudah banyak kali bertemu dengan pemerintah terkait, tapi tidak ada solusi sampai sekarang,” ujarnya. (a)

Reporter : Kardin


Terkini