Inilah Pengembangan UMKM Jambu Mete di UMK Kendari 

KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Sulawesi Tenggara, khususnya Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis mendapat kesempatan untuk bermitra dengan Usaha Dagang (UD) Mubaraq Lombe dan Atifah Mete.

Kesempatan itu, dalam rangka pengembangan usaha Kacang Mete dengan memenangkan Hibah pengabdian IbPUD melalui Tiga orang dosen UMK.

Ketiga dosen tersebut diantaranya, Sitti rosmalah, SP, MP sebagai ketua dan  Syamsinar, SP, M.Si sebagai anggota yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) UMK, serta Asriani SP , M.Sc  sebagai Ketua tim program Iptek bagi Produk Uggulan Daerah (IbPUD) dan Sitti Rosmalah, SP, MP yang juga menjabat sebagai Ketua Progam Studi Agribisnis.

Video Jendela Sepekan 6 September 2020

Anggota IbPUD, Syamsinar, saat ditemui di kantornya, mengatakan, tujuan dari IBPUD ini untuk membantu pengusaha dalam hal pengembangan usahanya dengan memberikan sentuhan inovasi yang tepat dan efisien.

Selain dengan Hibah IbPUD dari Kemenristek Dikti ini, maka diharapkan mampu meningkatkan geliat Usaha Makro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya yang menjadi mitra Universitas Muhammadiyah Kendari.

Mitra UMK

Saat ini, lanjut Syamsinar, UD Mubaraq Lombe dan Atifah Mete untuk senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Hal itu agar bisa berdaya saing dan  lebih dikenal lagi.

“Tidak saja oleh masyarakat local dan nasional akan tetapi juga masyarakat internasional,” imbau Syamsinar kepada kedua mitra UMK ini.

Syamsinar yang juga Dekan Fakultas Perikanan itu menambahkan, UMKM adalah salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah. Apalagi sektor UMKM telah terbukti tahan banting pada saat Negara kita mengalami krisis ekonomi.

Lebih jauh Syamsinar mengatakan UMKM juga sangat menunjang perekonomian Kendari dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan lewat UMKM juga banyak tercipta unit unit kerja baru yang dapat mendukung peningkatan pendapatan rumah tangga.

“Kini UMKM memiliki peluang untuk terus  berkembang, khususnya UMKM yang spesifik mengelolah produk-produk local yang menjadi ciri khas dan unggulan daerah setempat,” terangnya.

Dengan demikian, kata Symasinar menerangkan, perlu adanya langkah bersama antara pemerintah dan pihak akademisi untuk semakin mengembangkan usaha-usaha sejenis.

“Antara akademisi  dan pemerintah dalam mengembangkan UMKM perlu terus dibangun, apalagi jika hal ini berkaitan dengan upaya pengenalan produk Unggulan daerah yang dapat menjadi ciri Khas daerah tertentu , misalnya kendari yang terkenal dengan Kacang Metenya,” terangnya.

Kegiatan ini akan berlangsung sampai tiga tahun,  yakni tahun 2017 sampai 2019.

Namun, untuk tahun pertama (2017) pelaksanaan kegiatan diprioritaskan pada upaya peningkatan kapasitas produksi  dan perbaikan manajemen.

Selanjutnya tahun kedua diprioritaskan pada diversifikasi produk dan tahun ketiga diprioritaskan pada usaha promosi dan pemasaran.

Laporan : Hendriansyah.