oleh

Inilah Sosok Sasli, Pemilik Warkop Andoolo Dijuluki Sebagai Sang Inspiratif UMKM Konsel

-NEWS-825 dibaca

KONAWE SELATAN,MEDIAKENDARI.COM – Warung Kopi (Warkop) Andoolo bukan lagi tempat asing bagi masyarakat, yang bermukim diseputaran kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel). Namun sudah menjadi rumah bagi sebagian komunitas pemuda di Andoolo.

Bahkan warga dari luarpun kerap menjadikan tempat itu, sebagai tempat transit untuk menikmati kopi, makanan dan kuliner lokal UMKM Konsel. Tak hanya itu, tempat itu kadang dijadikan tempat edukasi oleh lembaga Perbankan,maupun Organisasi Pemuda, Agama maupun penggiat musik dan literasi.

Warung kopi yang berdiri pada tahun 2018 silam itu, terletak di jalan poros Andoolo-Kendari, tepatnya di depan Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Konsel. Didirikan oleh pasangan suami istri Sasli dan Mai. Usaha warkop dengan konsep food, drink dan literasi ini adalah yang pertama di Andoolo.

“Kami pertama pindah di Andoolo pada tahun 2016, dalam penugasan sebagai koordinator kabupaten program Adaptasi perubahan iklim dan ketangguhan (USAID-APIK). Sebuah program yg membantu Pemerintah Daerah, dalam pengarus utamaan isu adaptasi perubahan iklim dan kebencanaan di daerah,” ucap Sasli Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga : Lawan Inflasi Pasca Kenaikan BBM, Polres Konsel Gelar Webinar Libatkan Tokoh Masyarakat

Pria kelahiran Baubau, 19 Juli 1986 ini bercerita, sebelum tahun 2016 ia hijrah dari kota Makassar, kota dimana anak mudanya sedang menikmati pertumbuhan usaha warung kopi konvensional, ataupun coffe shop dengan mesin-mesin yang mahal.

Disana, kata Alumni FIKP Universitas Hasanuddin Makassar ini mengaku, anak muda, orang tua, laki-laki, perempuan, mahasiswa, PNS, pekerja profesional bahkan pengangguran dapat dijumpai setiap harinya, di warkop-warkop yang tumbuh subur bagai cendawan di musim hujan.

“Warung kopi bukan lagi sekedar tempat nongkrong, tapi juga tempat bekerja, banyak warung kopi yangg menyediakan coworking space, atau ruang kerja untuk mereka yg ingin menikmati pekerjaan sambil bersantai, yg dilengkapi dengan fasilitas internet dan ruang meeting yang memadai,” kata Sasli.

 

Terinspirasi Dari Kopi, Hingga Buka Usaha Warkop di Andoolo Dengan Konsep Tradisional

Inspirasi itulah yang dibawa Sasli saat membuka usaha warkop di Andoolo, dia melihat bahwa bisnis warung kopi ini, bisa juga dilakukan di disini, walaupun dengan kondisi keramaian yang berbeda, bersama istrinya mulailah mereka mendirikan warung kopi dengan Konsep bangunan tradisional yang terbuat dari bambu dan atap Rumbia.

Dijelaskan Sasli, Warkop Andoolo sendiri juga menyediakan pojok baca, dengan harapan bisa menjadi gerakan literasi di Konsel, dalam peningkatan SDM masyarakat.

“Kami berharap bahwa ruang kecil yang kami miliki bisa menjadi inspirasi gerakan literasi di Konawe Selatan, kami juga bekerjasama dengan perpustakaan daerah dan Kominfo Konawe Selatan untuk mendorong tumbuhnya semangat literasi warga khususnya anak muda,” harap Sasli.

Sasli mengaku pojok baca warkop andoolo, juga menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Hal itu terlihat dari beberapa pengunjung yang kerap menghabiskan waktu di warkop untuk membaca buku. Terkadang ucap Sasli, pengujung juga memimjam buku.

“Kami juga mempersilahkan pengujung meminjam buku untuk dibaca dirumah, tanpa biaya. Asalkan jika sudah dibaca dikembalikan,” ujar Sasli.

 

Bangkit Dari Pandemi Covid-19, Hingga Buka Cabang Usaha

Saat bisnis berjalan satu tahun, pandemi covid 19 sampai juga di Andoolo, ini adalah ujian bisnis yang terberat yang pernah dilalui. Kedalaman dampak pandemi itu sangat kami rasakan.

Dari awalnya delapan karyawan, kami harus beradaptasi dengan memangkas karyawan menjadi dua orang saja. Bagi kami ini sebuah kesedihan yang luar biasa, karena harus kehilangan rekan-rekan tim yang kami tau mereka juga sedang mengalami kesulitan hidup.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, pemangkasan karyawan adalah strategi paling mungkin yang kami lakukan, agar usaha tetap bisa berjalan, waktu berlalu dan pandemi perlahan pergi, bisnis kami mulai kembali bangkit,” terang Sasli.

Namun Alhamduliillah, ujian itu kata Sasli, bisa dilewati terbukti saat ini bisnis itu mulai tumbuh lagi dengan karyawan sudah mencapai delapan orang. Di mana mereka sudah melakukan pengembangan bisnis, tidak lagi hanya menyiapkan minuman, tapi juga makanan.

“Alhamdulillah saat ini usaha warkop kami bertumbuh dengan membuka cabang baru, yakni Rumah Makan Dapur Sate dan Prasmanan. Kami terus optimis, bahwa bisnis anak muda dapat terus tumbuh, dalam kondisi yang sulit bagaimanapun, selama di kelola dengan konsisten dan management yang baik,” pesanya.

Baca Juga : Dampak Pelabuhan PT BSJ, Nelayan di Konut Kehilangan Mata Pencaharian

 

Berbagi Tips Dengan Pelaku Usaha di Konsel

Pasca pandemi, di warkop Andoolo juga banyak melakukan kegiatan edukasi kewirausahaan dengan anak-anak muda dari berbagai komunitas.

Sasli mengatakan, telah dua kali melakukan kegiatan coffepreneur training yang diikuti oleh kurang lebih 100 anak muda di Konsel, yang memiliki ketertarikan di usaha kopi, melatih keterampilan mereka dalam membuat usaha kopi.

“Kami sangat terbuka, untuk berkolaborasi dengan siapa saja, khususnya anak-anak muda yg mau mendirikan usaha warung kopi, kami selalu siap untuk datang memberikan pelatihan tanpa di pungut biaya,” beber Sasli.

Sasli berharap semakin banyak anak muda di Konsel yang tertarik untuk menjadi pengusaha, dengan terus mendukung UMKM lokal.

“Kami juga menyediakan ruang display produk UMKM Konsel di warung kami, salah satu cara kami mendukung perkembangan pelaku UMKM di Konawe Selatan,” pungkasnya.

 

Penulis: Erlin