BOMBANA, MEDIAKENDARI.COM – Kondisi Jembatan Tampabulu di Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, dilaporkan mengalami kerusakan serius dan nyaris tidak layak dilalui. Pemerintah Kabupaten Bombana pun menyiapkan langkah penanganan darurat guna mencegah terputusnya akses masyarakat.
Kerusakan terjadi pada bagian papan roda jembatan yang telah lapuk dan patah di sejumlah titik. Jembatan sepanjang kurang lebih 80 meter yang melintasi sungai tersebut menjadi jalur vital bagi aktivitas warga setempat.
Anggota DPRD Bombana, Yudi Utama Arsyad, mengatakan kondisi jembatan saat ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi tidak dapat digunakan jika tidak segera diperbaiki.
“Kerusakannya sudah cukup parah. Jika tidak segera ditangani, jembatan ini bisa tidak lagi difungsikan dan masyarakat harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh,” ujarnya usai berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Sebagai langkah awal, Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K., menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan material berupa papan kayu untuk mengganti bagian jembatan yang rusak.
“Perbaikan sementara akan dilakukan dengan pemasangan papan roda baru. Ini sebagai langkah darurat agar akses masyarakat tetap bisa digunakan,” jelasnya.
Kepala Desa Tampabulu, Thamrin, juga membenarkan kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan. Ia menyebut banyak bagian jembatan yang sudah tidak aman dilalui dan berisiko bagi pengguna.
“Kami berharap perbaikan segera dilakukan karena ini akses utama masyarakat. Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah telah mengajukan proposal pembangunan jembatan permanen kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Namun, proyek tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Yudi menjelaskan, estimasi anggaran pembangunan jembatan permanen mencapai lebih dari Rp50 miliar, sehingga tidak dapat ditanggung oleh APBD daerah.
“Nilai anggarannya cukup besar, sehingga menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya bisa mengusulkan agar masuk prioritas nasional,” katanya.
Sementara itu, Sekda Bombana menambahkan bahwa perbaikan darurat ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait jadwal pembangunan jembatan permanen. Masyarakat berharap pemerintah pusat dapat segera merealisasikan pembangunan tersebut guna menjamin akses yang aman dan berkelanjutan.
(B)
Laporan: Ahmad Mubarak











