Jual Nama Raup, Guru Malas SDN 5 Molawe Anita, Jadi-Jadian di Konut.

MEDIAKENDARI. COM, Wanggudu – Dana Sertifikasi sejumlah Guru malas mengajar di Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam akan dicairkan. Padahal dalam aturan guru bisa direkomendasikan mendapatkan tunjungan jika jam mengajarnya full dilaksanakan sebagai seorang pendidik.

Pasalnya, semua Guru juga termasuk beberapa Guru malas sudah dapat Surat Keputusan(SK) dari Dirjen Kementerian Pendidikan, wajar untuk dibayarkan tunjangan dana sertifikasinya.

Dana itu akan langsung masuk ke rekening masing-masing Guru.

Video Jendela Sepekan 6 September 2020

Termasuk Guru malas mengajar Anita SPd, guru pengajar di SDN 5 Molawe turut menerima tunjangan Sertifikasi. Padahal, dalam dokumen absensi sekolah tercatat, hampir 3 bulan lamanya Anita SPd tidak menjalankan tugas mengajarnya.

Namun anehnya, saat Anita akan menerima rekomendasi pencairan Dana Tunjangan Sertifikasinya, Anita harus membuat surat pernyataan diatas materai 6000, terkait kesiapan menjalankan tugasnya.

Pengamatan media ini, terhadap sikap guru Anita terlihat sedikit arogan. Arogansi Anita nampak mungkin karena ” dia dibekinggi Wakil Bupati Konut, Raup” Dan suaminya, Djunaedy yang juga PNS Lingkup Konut.

Anita, yang hendak dikonfirmasi media ini, mengatakan jika dirinya sedang sibuk karena dipanggil sama Wakil Bupati Konawe Utara, Raup S. Ag, yang sedang berada dirumah jabatan wakil bupati.

“Saya sibuk banyak urusan, saya mau ke rujab dulu, saya dipanggil Wakil Bupati Konut Raup, karena dia mau ke Desa Landawe ada acara, makanya saya dipanggil kesana, “kata Anita, seraya menuturkan lagi bahwa akan menemui wartawan setelah usai menghadap Raup, namun yang ditemuinya nantinya bukan wartawan media ini yang sering memberitakan guru malas di Konut.

Rupanya bukan hanya Anita saja. Ikut pula Suaminya bernama Djunaedy. Djunaedy kepada media ini, menyalahkan pihak sekolah SDN 5 Molawe atas adanya temuan Dikbud Konut, yang menemukan Anita sebagai guru malas.

Djunaedy menilai, jika kesalahan ini adalah bukan sepenuhnya dari isterinya Anita, melainkan kesalahan dari pihak sekolah yang tak jeli dalam melihat persoalan ini.

Djunaedy bahkan menuding pihak Sekolah SDN Negeri 5 Molawe telah mencoreng nama baik Istrinya Anita, dengan kejadian ini sehingga terpublikasi.

“Apa yang ditemukan di lapangan terkait isteri saya Anita, yang berbulan-bulan tidak masuk mengajar itu tidak benar adanya. Isteri saya itu bekerja selain pelatih di Pramuka, dia juga sering masuk mengajar, akan tetapi dia tidak isi buku absen. Sehingga dia dianggap lalai bekerja, “kata Djunaedy yang juga salah satu PNS di Konut saat menemui media ini.

Media ini, kemudian menunjukan bukti absen yang tertera dengan jelas nama Anita SPd yang dimulai sejak bulan Februari dan Maret 2017 itu tidak mengisi Absensi atau tidak masuk mengajar.

“Dia datang ji mengajar itu hanya dia (Anita) tidak mengisi Absen,” bantah Djunaedy yang terkesan membela istrinya Anita.

Kepala bidang Guru Tenaga dan Kependidikan (GTK)  Amir, yang ditemui mengatakan guru yang malas hanya meminta memenuhi syarat yang di sepakati saat rapat klarifikasi di Dinas saat itu, yakni guru malas itu membuat surat penyataan untuk tidak mengulanggi perbuatan mereka.

“Sekitar minggu lalu, mereka datang membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi pelanggarannya itu,”kata Amir, Selasa (6/5).

Selain itu, lanjut Amir mengatakan, setelah para guru malas membuat pernyataan, kami Dikbud, akan memproses kedepannya.

“Itupun jika mereka masih mengulanginya, maka kita baru tindak tegas,” janji Amir

Di lain pihak, masyarakat Konawe Utara banyak yang mengeluhkan apa yang dilakukan oleh oknum guru yang malas ini, adalah perbuatan yang mencoreng nama baik guru di Konawe Utara.

Yang mana mereka hanya menuntut dana tunjangan sertifikasi guru, sedangkan tugas pokoknya sebagai guru tidak dilaksanakan.
Laporan : Andi Jumawi MK