Reporter : Mumun
Editor : Taya
WANGGUDU – Diduga tidak mampu menjalankan tanggungjawab sebagai koordinator posko pengungsian korban banjir di Kecamatan Andowia, Bupati Konawe Utara, Ruksamin langsung mencopot Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Julianto dari ketua koordinator di wilayah itu pada Selasa malam (11/6/2019).
“Rapat evaluasi malam ini Pak Julianto Kadis Pemadam Kebakaran selaku koordinator Kecamatan Andowia saya copot dan digantikan oleh Kepala BPKAD, Pak Marten,” kata Ruksamin dalam pesan rilis WhatsApp, Selasa malam (11/6/2019).
Pencopotan itu ditengarai lantaran banyaknya keluhan dari warga pengungsi banjir di wilayah itu, namun Ruksamin memastikan Desa Lamondowo tidak termasuk daerah banjir. Sementara, pemerintah sendiri telah menyiapkan posko pengungsian.
Baca Juga :
- PLT Kepala Dikbud Konawe, Ahmad Djauhari Minta Satuan Pendidikan Patuhi 7 Poin Ini saat SPMB
- Pasien Keluhkan Beli Obat di Luar, BPJS Kesehatan Konawe Instruksikan Rumah Sakit Ganti Uang Pasien
- Kabar Gembira! BPKAD Konawe Mulai Cairkan Gaji ke-13 ASN dan PPPK, Ditargetkan Tuntas Juli 2026
- Kebutuhan BBM Naik, Pertamina Maksimalkan Penyaluran Pertalite untuk Warga Kota Kendari
- Polda Sultra Luncurkan SIMPUL, Permudah Pengurusan SIM Masyarakat di Wilayah Kepulauan
- Pekan Depan, UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra Gelar Workshop Seni Perfilman dan Seni Rupa
“Posko pengungsian sudah kami siapkan lengkap tenda, tandon, air, WC, jamban dan dapur umum untuk memberikan pelayanan kepada pengungsi. Kemudian banyaknya dari pengungsi yang tinggal sama keluarganya dan tidak menyampaikan kepada tim kalau dia lagi sama keluarganya. Ada juga yang tidak mau dievakuasi karena menjaga hartanya,” ujarnya.
Meski demikian, Mantan Ketua DPRD Konut ini mengakui jika masih terdapat kekurangan dari anggota tim di lapangan. Namun, untuk ketersedian makanan selalu disediakan oleh tim dapur umum.
“Selain dari makanan yang disediakan oleh tim di dapur umum ada juga yang disediakan oleh relawan dan keluarga kita yang berada di Konut. Penyalurannya pun tetap koordinasi dengan posko utama. Banjir ini terkesan dimanfaatkan secara politis oleh pihak lain,” tutup Ruksamin.(A)











