oleh

Kadis Kominfo Sultra Sebut Ada Tiga Pemicu Terjadinya Kejahatan Siber

-NEWS-50 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Kepala Dinas Komunikasi dan informatika (Kominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Badallah menyebutkan ada tiga faktor utama pemicu terjadinya kejahatan Siber.

Dijelaskannya, pertama Hoax media digital sebaiknya dijadikan sebagai media pemersatu bangsa, saling peduli dan membantu bukan pemicu memberi informasi yang salah.

Baca Juga : Perdana, Pemkot Kendari Terima Piagam Penertiban Pemanfaatan Ruang

Kedua, budaya digital salah satunya lahir lewat interaksi di media sosial. Media Sosial memberi pengaruh besar pada persepsi kita dalam berkomunikasi dan saling mempercayai.

Ketiga, Cyber Security yang lemah keamanan siber yang lemah atau buruk akan membuat perangkat anda menjadi mudah di serang kejahatan dunia maya.

Baca Juga : BKKBN Sultra Bersama Wakil Gubernur Bahas Penurunan Stunting

“Perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi saat ini, rasanya hampir tidak ada sisi kehidupan yang tidak di perbaharui oleh proses digitalisasi, akan sangat penting saat ini pemerintah daerah mengutamakan peran persandian dalam melakukan pengamanan dunia Siber atau pengalaman informasi daerah,” jelasnya pada seminar Cerdas dan Kreatif di ruang Siber

Ridwan juga menambahkan. peran pemerintah daerah saat ini dalam melakukan pengamanan informasi maka diperlukan kecerdasan dan kreatifitas pada ruang siber dengan cara berupaya meningkatkan infrastruktur sumber daya manusia dan sarana maka, perlunya pemerintah daerah membuat suatu terobosan dalam meminimalisir kejahatan dunia maya dengan cara membentuk tim penangkalan hoax.

Baca Juga : Mahasiswa di Kendari Mabuk dan Ancam Pemilik Warung Makan Depan Kampus UHO Pakai Busur

Computer security Insident Response Team (CSIRT) merupakan Mayor Project yang dijalankan oleh BSSN RI untuk memperkuat keamanan siber indonesia.

“CSIRT adalah tim yang bertanggung jawab menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keaman siber. Tim ini di bentuk dengan tujuan untuk melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden keamanan siber yang terjadi pada organisasi”, pungkas Ridwan.

Reporter: Sardin D.

Facebook : Mediakendari

Terkini