oleh

Kakek Kumbe Jalani Masa Tua di Gubuk Reot Sendirian

-FEATURED-68 dibaca

MediaKendari.Com, Unaaha – Kakek Kumbe (74) tinggal sebatang kara di sebuah rumah kebun berdiameter empat kali lima meter persegi di Desa Anggopiu, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kondisi rumah yang di diami Kumbe, sebenarnya tidak layak huni. Berbentuk rumah panggung tua yang di kelilinggi tumbu tumbuhan. Selain itu juga, lokasi rumahnya berdampingan dengan kuburan warga setempat.  Didalam rumahnya pun sedikit semberawut.

Posisi rumah kakek Kumbe pun terancam rubuh, akibat tiang penyangga mulai rapuh dan sudah bergeser miring ke kiri.

Pramuka

Sesekali mengintip atap rumahnya yang terbuat dari atap rumbia pun sudah mulai bocor. Itupun, agar tak masuk air hujan didalam rumahnya, pernah sesekali warga setempat membatu memperbaikinya.

Prihatin rasanya, agar tetap mengepul asap dan bertahan hidup, kakek kelahiran 1943 itu mengaku, ia hanya berharap belas kasihan dari warga sekitar yang merasa iba pada dirinya. Dan ditambah lagi dengan jasa keahlianya pintar mengurut.

Berbekal demi kelangsungan hidupnya, itupun jika saja ada orang yang mendatangi rumahnya guna meminta diurut/ pijat barulah Kumbe mendapatkan sedikit rupiah. Dan hasilnya itu ia langsung membelanjakan untuk keperluan makan sehari harinya.

Nenek berumur 74 tahun ini, jika memasak pagi sudah termasuk dengan jatah malam harinya.

“Saya makan ala kadarnya nak, itupun jika ada orang yang datang bawakan beras atau ikan barulah saya masak, itupun jika saya masak pagi sudah termasuk jatah malammi,” ucap Kumbe di Gubuknya, Kamis, (22/6)

Kumbe mengatakan dirinya mulai menghuni gubuknya itu sejak sepeninggal dunia istrinya tercintaj beberapa tahun silam. Berawal dari situlah dia mulai menghabiskan masa tuanya di gubuk reok tersebut.

Menurut dia, sebenarnya ia mempunyai keluarga, namun anak perempuan semata wayangnya itu tinggal di Kota Kendari. Untuk bertahan hidup dimasa tuanya. Ia mengaku tidak pernah minta bantuan, tapi dengan tiba-tiba orang datang membawa dengan sendiri.

Dia juga mengaku bahwa selama berpuluh tahun tinggal di gubuk reok, tidak pernah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Konawe.

“Saya belum pernah terima bantuan dari pemerintah sedikit pun,biar satu liter beras. Tidak pernah nak ada yang mereka bawakan saya disini. Tapi biarlah. Malahan lebih banyak orang lain yang lebih peduli.” ujar Kumbe yang dibarengi linangan air mata.

Tak berharap banyak, dirinya hanya ingin oerhatian dari pemerintah. Disisa umurnya yang sudah termakan usia hanya bisa beribada.

“Apa lagi yang harus saya harapkan, umur begini hanya perbanyak ibadah saja, supaya ketika mati bisa baik-baik dan tidak ada beban di dunia.” papanya

Lapran : Erwin
Editor : Redaksi

Terkini