Reporter : Rahmat R.
KENDARI – Bantuan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara untuk korban konflik yang rumahnya terbakar di Buton kini sudah masuk tahap akhir.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Martin Efendi Patulak saat ditemui di Kantor Gubernur Sultra, Jumat (02/08/2019).
“Pekerjaan rumah warga yang terbakar waktu konflik lalu di Gunung Jaya Buton sudah mulai memasuki tahapan pembangunan 85 persen,” katanya.
Sebagian masyarakat, kata Efendi, sudah mulai kembali ke rumah mereka, namun sebagian belum karena menunggu aliran listrik. “Jadi ini masih menunggu aliran listrik sebagian. Tapi sudah ada yang masuk tinggal,” jelasnya.
BACA JUGA :
- MUSDA VII MUI Sultra di Hotel Zahra Kendari berlangsung selama tiga hari, membahas program kerja lima tahun ke depan serta penguatan sinergi menjaga stabilitas kamtibmas di Sulawesi Tenggara.
- Kapolda Sultra dan Ketua DPRD Kunker ke Bombana, Pastikan Kamtibmas Kondusif Jelang Ramadan
- Sambut Ramadhan, Informa Kendari Hadirkan Promo Spesial Sofa dan Meja Makan hingga 25 Persen
- Tiga Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Kendari Barat, Polisi Amankan 21,86 Gram Barang Bukti
- Komisi I dan III DPRD Kendari Gelar RDP Bahas Akses Jalan Griya Asri Cendana
- DWP Sekretariat DPRD Kendari Siapkan Kepengurusan Baru, Perkuat Peran Organisasi
Efendi juga menjelaskan saat ini tinggal 5-6 unit yang belum rampung. Namun akan diselesaikan dalam waktu dekat. “Jadi menyisakan beberapa unit yang belum selesai. Mungkin 5-6 unit,” terang Efendi.
Ia juga menuturkan, pengerjaan rumah baru tersebut didanai menggunakan APBD Sultra, dengan total yang diperbaiki sebanyak 78 unit.
“Hitungannya itu adalah perunit rumah Rp 70 juta lebih . Namun dalam bentuk pembangunan rumah semi permanen dengan ukuran 6×8 (meter) oleh APBD provinsi,” tukas mantan Plt Kadis Bina Marga Sultra ini. (A)











