oleh

Kaleidoskop 2020 : Kinerja Dikbud Sultra Dibawah Pimpinan Asrun Lio

Reporter : Rahmat R.

KENDARI – Nama Drs Asrun Lio MHum PhD yang kini menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah menggema dimana-dimana. Bukan hanya sekedar nama tetapi hasil karanya selama menjabat adalah bukti yang tidak sekedar isapan jembol semata.

Dari ide-ide yang dia tampilkan khususnya untuk dunia pendidikan di Sultra, pada jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)/Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) hingga tataran birokrasi, khususnya pada bidang pelayanan dinas yang melayani 17 kabupaten kota di Sultra, banyak mengalami perkembangan dan kemajuan yang signifikan.

Kata dia, saat diwawancarai khsus beberapa waktu lalu, yang harus dipahami bahwa Dikbud ini merupakan service center bukan profit center.

“Dimana kita melayani persekolahan atau berkaitan dengan dunia pendidikan, yang didalamnya ada salah satu unsur yakni persekolahan yang tersebar di 17 kabupaten kota se Sultra sehingga membutuhkan respon cepat. Dan dalam melaksanakan tugas, marilah kita utamakan kejujuran serta tidak mempersulit kalau sudah layak untuk dilaksanakan,” kata pria yang murah senyum ini.

Sejumlah prestasi pun mampu diukirnya, diantaranya meraih peringkat satu Rata-rata Indeks Efektifitas Tertinggi Layanan Pendidikan se Sultra Tahun 2019, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Sultra. Hal ini karena Asrun Lio mampu menjawab persoalan keterbatasan sarana prasana pendidikan dan kekurangan tenaga guru, termasuk peningkatan akreditasi sekolah dibawah naungan Dikbud Sultra, yang kini sudah 90 persen terakreditasi B.

Selain itu, Asrun juga mampu meningkatkan Akreditasi Pendidikan Sultra dari Posisi Ketiga Dari Bawah Secara Nasional pada Tahun 20018, menjadi posisi 17 Secara Nasional Tahun 2019, bahkan pada Tahun 2020 mengalami peningkatan kembali yakni Mutu Pendidikan Sultra secara nasional masuk sepuluh besar.

Asrun terus bertindak demi pendidikan Sultra. Lelaki yang berhasil meraih Juara 1 pada Diklat PIM III di BPSDM Provinsi Sultra 2019 ini juga terus melakukan koordinasi dan kunjungan secara langsung ke sekolah, hingga yang berada di pedalaman ataupun lokasi terpencil sekalipun, seperti SMAN 1 Rowuta, termasuk daerah-daerah lainnya, diantaranya Kabupaten Muna, Buton, Muna Barat, Buton Selatan, Buton Tengah, Konawe, Kolaka, Konawe Utara, Konawe Selatan, dan masih banyak lagi.
Saat ini, hampir 100 persen sekolah di bawah binaan Dikbud Sultra dikunjunginya.

Tindakannya itu tentu memberikan decak kagum dan suplemen bagi satuan-satuan pendidikan yang berada di ujung tombak penyelenggara pendidikan, sebab para kepala sekolah, guru, bahkan siswa di daerah dapat bertemu pimpinan tertinggi Dikbud Sultra tanpa harus ke Kota Kendari untuk berkeluh kesah.

Asrun Lio mengakui, hal itu dilakukan untuk melakukan pengecekan secara langsung di lapangan, serta mengetahui permasalahan ataupun kebutuhan sekolah dalam rangka menunjang dan meningkatkan kualitas pendidikan secara umum di Sultra.

Dalam perjalanan tersebut, mantan Kepala Pusat Studi Eropa UHO sejak 4 Agustus 2016 hingga Agustus 2017 ini menemukan sejumlah permasalahan yang harus dijawab dengan segera, diantaranya masih banyak sekolah-sekolah yang sangat kekurangan tenaga pengajar. Olehnya melalui SK Gubernur Sultra, Dikbud Sultra telah menyediakan 3.750 Guru Tetap Non PNS.

Melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, tentu tidak lepas dari berbagai tantangan, dimana paling nyata adalah kondisi pandemi virus corona yang terjadi sepanjang 2020, benar-benar mengacaukan dunia pendidikan sehingga terpaksa berubah, diantaranya dari belajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) baik daring maupun luring.

Dalam mendukung penerapan kebijakan tersebut, lulusan S3 The Australian National University (ANU) Canberra ini, dengan sigap mengambil berbagai langkah strategis, agar proses pembelajaran di Sultra berjalan baik, dengan tetap melakukan koordinasi dan kunjungan secara langsung ke daerah-daerah yang ada di Sultra, guna memastikan proses dimaksud.

Selama masa pandemi, Asrun Lio telaten mengikuti setiap peredaran informasi terbaru dari Kementerian Pendidikan, untuk menjadi rujukan pengambilan kebijakan pada dunia pendidikan di Sultra, mulai dari Belajar Dari Rumah (BDR), mengarahkan setiap sekolah terhadap alternatif layanan pendidikan selama proses Belajar dari Rumah yang tak bergantung pada jaringan internet, seperti mengikuti salah satu siaran TV nasional yang menyiarkan tayangan yang berisi materi pembelajaran, atas kerjasama dengan Kemendikbud RI. Termasuk informasi belajar yang bisa diakses di belajar.kemdikbud.go.id.

Lulusan Cumlaude S1 Pendidikan Bahasa Inggris UHO Tahun 1990 ini menjelaskan, dalam Rumah Belajar tersebut terdapat beberapa fitur yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru, diantaranya fasilitas Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal.

Tidak hanya itu, guna meningkatkan semangat belajar ditengah pandemi Covid, tamatan S2 Linguistik Unhas Makassar pada Tahun 1997 ini juga melakukan kreasi, salah satunya menggandeng OJK dan Bank Sultra dalam penyaluran dana CSR Pendidikan Bank Sultra tahun 2020 sebesar Rp 200.000.000 bagi 1000 siswa pra sejahtera.

Awal Maret 2020, semua kegiatan Dikbud Sultra difokuskan percepatan penanganan Covid-19, sehingga seluruh kegiatan dialokasikan memberi pemahanan kepada masyarakat, khususnya dunia pendidikan terutama SMAN/SMAS, SMK, dan SLB untuk memutus mata rantai Covid-19, dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Selain melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan, Dikbud Sultra juga menyalurkan bantuan masker kepada warga sekolah, termasuk tandon cuci tangan bagi sekolah.

Dikbud Sultra juga mengalokasikan kegiatan penanganan kesehatan di dunia pendidikan, termasuk pemberian insentif guru dan siswa yang terdampak Covid-19. Mendukung proses pembelajaran dari rumah, Dikbud Sultra memberikan paket data kepada seluruh siswa negeri maupun swasta tingkat SMA.

Seluruh program yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2020, pada tahun depan tetap menjadi perhatian dan tetap dilanjutkan oleh pihak Dikbud Sultra, termasuk perpanjangan honorer dan Program Sultra Cerdas.

Dikbud Sultra tengah bersiap melaksanakan proses pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Tentunya dengan wajib mememuhi enam syarat utama bagi setiap sekolah.

Enam syarat itu menitikberatkan kepada dukungan sarana kesehatan untuk mencegah potensi penularan Covid-19. Pertama, masalah sanitasi dan kebersihan. Ini meliputi toilet, sarana cuci tangan, dan desinfektan. Kedua, akses ke fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, dan memiliki thermogun.

Selain itu, sekolah harus memastikan pemetaan warga satuan pendidikan, harus mengetahui siapa yang memiliki komorbiditas dari guru-gurunya dan muridnya, yang tidak memiliki akses transportasi yang aman dan tentunya riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko yang tinggi.

Keenam, adanya persetujuan komite sekolah dan perwakilan orang tua wali. Tanpa persetujuan perwakilan orang tua, kata Asrun Lio, sekolah itu tidak diperkenankan untuk buka.

Meskipun sinyal proses belajar mengajar secara langsung dimungkinkan pelaksanaannya pada semester berikutnya atau awal Januari, namun kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi hal utama yang harus diperhatikan, serta memenuhi syarat enam checklist bahwa sekolah siap melaksanakan proses belajar mengajar tersebut. (a).

Terkini