Editor : Kang Upi
KENDARI – Ratusan warga nelayan dari sejumlah desa pesisir di Kecamata Kapoiala, Kabupaten Konawe memprotes aktifitas lalu lintas kapal dari dan menuju Pelabuhan Jety milik PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI).
Dalam pertemuan di Balai Desa Lalimbue Kecamatan Kapoiala, Kamis (27/6/2019), warga dari empat desa yakni Desa Muara Sampara, Lalimbue, Tombawatu, Lalonggomuno mengaku mengalami kerugian akibat aktifitas pelabuhan tersebut.
Diantara kerugian yang disebutkan warga yakni lalu lintas kapal besar, take boad dan tongkang diduga telah merusak pukat yang dipasang nelayan sehingga menyebabkan berkurangnya hasil tangkapan ikan.
Untuk itu, warga dari empat desa meminta perusahaan agar diperioritaskan warga dari wilayah tersebut, untuk dipekerjakan di PT VDNI dan diberikan dana CSR tambang.
Menerima keluhan warga ini, Kepala Tehnik Tambang PT VDNI Agus Wahyudi menjelaskan, pihaknya bakal menertibkan alur pelayaran serta pukat yang dipasang nelayan agar tidak rusak akibat lalu lintas kapal.
BACA JUGA :
- 43 Calon Advokat Sultra Sukses Adu Kompetensi di UKDPA KAI, Andri Darmawan : Ini Gerbang Wajib Menuju Profesi Advokat
- MBG Kembali Makan Korban di SMA 1 Tongauna Konawe, Ketua KNPI Sultra Berang : Jangan Ada yang Dilindungi
- PT KDI Buka Suara Soal Longsor Langgikima: Prioritaskan Korban dan Siap Kooperatif dalam Investigasi
- KNPI Sultra Tuntut Investigasi Total Tragedi Longsong Tambang Nikel di Konut
- Sempat Bersitegang Antara Pedagang dan Petugas, Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Ditertibkan
- Publik Tunggu Tersangka Kasus Makan Minum Bagian Umum Pemda Konawe Rp 9,2 M Yang Ditangani Polres Konawe, Gerak Sultra Desak Polda Sultra Turun Tangan
- Ditlantas Polda Sultra Anugerahkan Lantas Award kepada Penggerak Keselamatan
“Nanti kita akan turun bersama nelayan dan menujukan kepada para nelayan tempat yang cocok untuk memasang pukat agar tidak rusak oleh lalu lintas kapal,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, pihaknya juga bakal menyalurkan dana CSR dalam skela Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berdasarkan proposal yang diajukan nelayan di wilayah tersebut kepada PT VDNI.











