Reporter : Rahmat R.
JAKARTA – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang baru dilantik Brigjen Pol Drs. Merdisyam, M.Si resmi menggantikan Kapolda Sultra lama Brigjen Pol Iriyanto.
Pergantian berdasar SK nomor : ST/2560/IX/KEP/2019 tertanggal 27 September 2019 dengan perintah AAA, REF Kapolri Nomor: KEP/1775/IX/2019 TANGGAL 27 September 2019 tentang pemberhentian dalam Jabatan Lingkup POLRI.
Merdisyam saat ditemui di Ruang Rupatama Mabes Polri, soal kasus di Kendari, Kepala Kepolisan Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian sudah membentuk satu tim investigasi.
“Saat ini prosesnya penyelidikan, itu semua ada di bawah Polri langsung. Kita mengedepankan asas praduga tak bersalah secara hukum,” katanya, Senin (30/09/2019).
Ia menjelaskan, kasus penembakan dua mahasiswa atas nama Randi dan Muh. Yusuf Kardawi itu dilakukan dengan komitmen yang jelas dan secara transparan dan tim yang akan menyampaikan hasil investigasi.
“Bagaimana kita mengungkap masalah ini secara jelas kepada masyarakat. Dan mau mengembalikan kondisi yang sempat terjadi agar situasi kembali normal,” terang Merdisyam.
Terkait demo yang berlangsung di Kendari saat ini, kata dia demo dalam undang-undang diperbolehkan, akan tetapi tidak mengesampingkan dan memperhatikan syarat-syarat dan menjaga ketertiban.
Baca Juga:
- 11 TAHUN TAK DIBAYAR! KUASA HUKUM KELUARGA LAMOKUNI TUNTUT PERUSAHAAN KEMBALIKAN LAHAN PLASMA 35%
- Plt Lurah Toronipa Sebut Ada “Pungli” di Pos PAD Pariwisata Konawe, Hasilkan Rp 4 Hingga 5 Juta oleh Warga pada Malam Hari
- Plt Lurah Toronipa Indawati Ganti Tiga Aparat RT/RW dapat Dukungan dari Bupati Yusran
- TEGAS! Pimpinan BULOG Unaaha Hendra Dionisius: Beras Banpang Tidak Layak Kami Ganti 2×24 Jam
- Tuduhan PT Merbaujaya Indahraya, Tak Terbukti, Armin Amin Divonis Bebas PN Andoolo
- Pemilik Lahan Pertanyakan Status Pengelolaan Wisata Toronipa, SK Lurah Disebut Upaya Menertibkan Pengelolaan
“Terkait di Kendari, semua sudah dilaksanakan dan akan dilakukan secara terbuka. Kita berupaya keras untuk mengungkap Kasus ini,” terang dia.
Dia menegaskan, Kapolri dalam penyampaiannya, untuk menghadapi demo, jangankan peluru tajam peluru karet pun tidak diperbolehkan
“Dan itu disampaikan kepada semua jajaran termasuk dalam setiap kegiatan. Mereka Diawasi juga Propam dan Provost, dalam setiap aksi tidak diperbolehkan untuk membawa senjata api,” jelasnya.
“Intinya yang di Kendari itu udah bentuk tim gabungan, prosesnya sudah berjalan, percayakan kepada pihak kepolisian,” tukas Merdisyam.(A)











