Redaksi
KENDARI – Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjend Pol Iriyanto SIK, mengatakan bahwa kebijakannya terhadap anggota yang tak baik sangat tegas. Jika memiliki kesalahan atau meninggalkan tugas dan fungsinya, maka langsung diproses sesuai aturan.
Iriyanto menyebut, untuk masuk menjadi anggota Polri, sangatlah susah. Dibutuhkan kecerdasan, keterampilan dan kesehatan jasmani maupun rohani yang baik agar bisa lolos. Setelah lolos menjadi anggota Polri, harus patuh dan taat terhadap aturan.
Waktu masuk jadi Polisi itu susah. Setelah jadi Polisi, harus ikut ketentuan. Tapi kalau ada yang melakukan penyimpangan, pelanggaran, ya diproses sesuai aturan,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).
BACA JUGA :
- Korban Tembus Malaysia! Tersangka Penyalahgunaan Kartu Shopee dari Koltim Resmi P-21, Ditreskrimsus Polda Sultra Serahkan ke Jaksa
- Wakapolda Sultra Kumpul Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Lewat Dialog Terbuka
- Direktur MEK TV Beri Penghargaan ke Kasi Intel Kejati Sultra Dr. Abdul Bahtiar, Bongkar Tuntas KDRT di ‘Jaksa Menjawab
- Turun ke Warkop, Kapolres Konawe Selatan Ajak Warga Jaga Kampung : Kamtibmas Tanggung Jawab Bersama
- Santai Tapi Tegas! Wakapolda Sultra Ngopi Bareng Ketua Kopdar Rusmin dan Tokoh Sultra Bisman Saranani, Bahas Kantibmas, Narkoba, Miras Hingga Judol
- Lagi! Polres Konsel Gagalkan Peredaran 50 Sachet Sabu 11,62 Gram di Lamboo Moramo, Pemuda 20 Tahun Diciduk
Iriyanto berpesan, Polisi memiliki tugas dan fungsi sebagai pengayom, pelayan, pelindung dan penegak hukum. Anggota Polisi harus memberikan contoh yang baik.
Ia mengatakan, lebih baik memberi reward kepada anggota Polisi yang baik, dibanding harus mempertahankan Polisi yang tidak baik.
“Saya punya anggota ribuan. Saya lebih baik mengelola dan memberi reward kepada yang baik, dari pada mempertahankan para pelanggar, jangan sampai, 1 Polisi yanh melanggar, malah menggangu kinerja yang lain,” tegasnya.
“Saya tidak mau waktu saya habis untuk fikirkan yang melanggar itu. Yang tidak baik, biar sistem, biar pak Irwasda dan Kabid Propam yang memproses lebih keras lagi,” pungkasnya.











