oleh

Kendari Diharapkan Jadi Barometer Penerapan Aplikasi SIPD

-NEWS-193 dibaca

KENDARI,MEDIAKENDARI.COM- Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur pengelola keuangan dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBD, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari gelar workshop digitalisasi sistem pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan daerah bersama kementerian dalam negeri di salah satu hotel di Kota Kendari pada Jumat, 15 Juli 2022.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka memudahkan penyampaian informasi pemerintah daerah kepada masyarakat, maka pemerintah membuat regulasi peraturan menteri dalam negeri Republik Indonesia nomor 70 tahun 2019 tentang sistem informasi pemerintahan.

“Ini meliputi informasi pembangunan daerah, informasi keuangan daerah, dan informasi pemerintahan daerah lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga : Konawe Target Capai 95 Persen Program BIAN, Tuntas Akhir Juli 2022

Lebih lanjut dia mengatakan informasi pembangunan daerah memuat informasi perencanaan anggaran daerah, pelaksanaan dan penatausahaan keuangan daerah, informasi pelaporan keuangan daerah, pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah elekronifikasi barang milik daerah, dan sistem informasi keuangan lainnya.

“Untuk mendukung transformasi sistem keuangan daerah, kementerian dalam negeri telah memfasilitasi dengan membangun sebuah aplikasi berbasis elektronik yang terintegrasi untuk digunakan pemerintah daerah. Peru diketahui tahapan perencanaan dan penganggaran Kota Kendari tahun 2021 telah menggunakan aplikasi SIPD dan insha Allah di tahun 2022 ini sudah secara penuh menggunakan aplikasi,” jelasnya.

Ridwansyah berharap peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan kapasitas, kompetensi dan profesionalisme sebagai aparatur pengelola keuangan daerah.

Sementara itu ditempat yang sama, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Horas Maurits Panjaitan mengharapkan dengan adanya workshop ini dapat menambah wawasan dan Kota Kendari bisa menjadi barometer dalam penerapan aplikasi SIPD.

Reporter: Dila Aidzin