oleh

Kendari Dihebohkan Kemunculan Hiu Paus

Reporter : Ferito Julyadi

KENDARI – Usai perayaan malam pergantian tahun, masyarakat Kota Kendari dihebohkan dengan kemunculan satwa liar jenis Hiu Paus (Rhinocodon Typus), yang terdampar di muara sungai Teluk Kendari atau sekitar Jl ZA Suagianto, Kelurahan Poasia Kecamatan Kambu.

Dari informasi yang didapatkan Tim MEDIAKENDARI.com, Hiu Paus tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga, yakni H Muhammad Said.

Dirinya menjelaskan, sekitar pukul 05.30 WITA Ia melihat satwa tersebut tengah berenang di belakang rumah warga yang berada di pinggiran muara teluk, dan sempat menabrak tiang rumah panggung seorang warga kemudian berenang mengikuti arus.

Lanjutnya, Hiu Paus tersebut kemudian berenang hingga sampai di sekitar belakang Rumah Sakit Abunawas Kendari.

“Pas disana sa lihat tidak bisa da berenang karena air laut dangkal, akhirnya saya sama warga lain turun untuk dorong itu Ikan,” ujarnya.

Tim rescue Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra), yang menerima laporan tersebut langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Bersama DKP Kota Kendari, Basarnas, BPSPL, Brimob, Polairud dan dibantu oleh masyarakat.

Kepala BKSDA Sultra, Sakrianti Djawie mengatakan saat tiba di lokasi, timnya melihat kondisi Hiu Paus tersebut dalam keadaan lemas dan terdapat beberapa luka goresan di tubuh satwa tersebut namun tidak membahayakan hidup si Hiu.

Sakrianti menjelaskan, dalam pengevakuasian tersebut Ia dan tim kesulitan karena air yang sedang surut serta tebalnya lumpur.

Alhasil, evakuasi dari tempat terdampar sampai pelepasliaran di teluk Kendari memakan waktu hingga tujuh jam, yakni mulai pukul 07.00 – 14.00 WITA dengan jarak evakuasi kurang lebih 4 km.

Keberhasilan satwa liar tersebut dilepasliarkan pada lokasi yang aman di teluk Kendari didukung dengan menggunakan speedboat dari Basarnas dan Polairud Kendari sebanyak 4 unit.

“Kepada pihak-pihak yang terlibat kami ucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya, sehingga Hiu Paus tersebut dapat kembali ke habitatnya,” tutup Sakrianti.

Terkini