oleh

Ketersediaan Pangan di Bombana Aman Hingga Lebaran

Reporter : Hasrun

BOMBANA – Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara memastikankan ketersediaan kebutuhan pangan di wilayahnya masih aman hingga dua bulan ke depan. Kepastian itu diketahui setelah Tim Pengendali Inflasi Pemkab Bombana melakukan rapat bersama pada Kamis, 18 Maret 2021.

“Tim pengendali infalasi daerah sudah melakukan rapat lebih awal untuk mengantisipasi infalasi memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Saya kira dalam perhitungan masih aman sampai hari raya Idul Fitri,” kata Sekda Bombana, Man Arfa saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Mantan Kadis PUPR Bombana ini, selain ketersediaan beras di Bulog masih banyak, rata-rata sawah petani di Bombana tahun ini cukup baik. Sementara untuk ketersediaan beras di wilayah Kepulauan Kabaeana kata Man Arfa, masih berkisar 1.000 ton.

“Dari penjelasan kepala bulog, bahwa ketersediaan beras masih cukup hingga dua bulan ke depan. Belum lagi masih ada beras di gudang-gudang masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bombana juga telah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, telur, dan gula yang saat ini masih terbilang stabil.

“Seperti tahun lalu bulan 3 kenaikan harga gula dan minyak goreng sudah mulai menonjol. Sekarang kita juga sudah ada suplai gula dari Jhonlin (salah satu perusahaan pabrik gula di Bombana),” ungkapnya.

Kendati demikian, Tim Pengendali Inflasi yang tergabung dari beberapa instansi, yakni Disperindagkop, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Perhubungan mengaku akan terus melakukan pemantauan lapangan. Hal ini dilakukan agar peluang kecil terjadinya infalasi di tengah masyarakat dapat teratasi dengan baik.

“Dinas perhubungan sudah menjamin bagi semua kendaraan lalulintas, baik itu darat maupun laut yang mengangkut kebutuhan pokok akan diberikan kelonggaran atau diprioritaskan,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat di wilayah itu tak perlu khawatir akan adanya inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kita akan pantau terus, kami juga akan laporkan ke pemerintah provinsi dan di nasional,” pungkasnya. (B)

Terkini