Reporter: Ardilan
Editor : Kang Upi
BAUBAU – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Ahmad Monianse mengatakan anggota legislatif dari partainya yang lolos ke DPRD Kota Baubau periode 2019-2024 merupakan kader muda semua. Dia menyebut tiga kadernya yang lolos merupakan ”wong cilik” partai.
“Semua kader yang lolos merupakan kader muda dengan usia tak lebih dari 30 tahun. Olehnya itu semua kader yang lolos diminta untuk segera menyesuaikan diri, terus belajar dan tetap membawa semangat partai,” ucap Monianse, Rabu (8/5/2019).
Wakil Wali Kota Baubau ini menegaskan, legislator partainya harus tetap kritis untuk mengawal aspirasi rakyat dan semangat partai.
Monianse juga menuturkan, pihaknya sudah melayangkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke KPU Kota Baubau. Laporan itu dilayangkan pada 1 Mei 2019 lalu.
“Kalau LPPDK tidak kami laporkan maka ada konsekuen akan menghambat tiga kursi yang sudah kita dapatkan. Makanya kami sudah laporkan,” ujarnya.
Baca Juga :
- Polda Sultra Gelar Doa Bersama Dalam Rangka Menyongsong Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026
- Malyqa Aurora Wakili Sultra di Ajang Supra Stars Indonesia 2026
- Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian
- Kasus Penipuan Online di Sultra Tembus 943 Perkara, Facebook Jadi Modus dan Media yang Paling Dominan
- Berhasil Kurangi Pengangguran, Lima Daerah di Sultra Raih Penghargaan dari Kemendagri
- Kolaka Terima Dua Penghargaan, Mendagri: Kalau Yang Lain Belum Dapat Saya Minta Maaf
Meski begitu, Monianse tak merinci pasti jumlah besaran anggaran dana kampanye. Dia mengaku anggaran kampanye partainya tergolong kecil dibanding partai lainnya. Karena itu, sejak awal dia menekankan kepada kadernya agar mengubah model kampanye.
“Saya sampaikan metodenya diubah dari penggalangan masa ke model door to door. Itu lebih efisien dan tidak kalah bagus ketimbang penggalangan massa yang punya konsekuensi besar. Partai kami juga diisi kader wong cilik jadi dananya juga cilik. Jadi, hanya sebatas untuk membuat stiker dan baliho,” pungkas mantan legistor Baubau ini. (A)











