Reporter: Ardilan
Editor : Kang Upi
BAUBAU – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Ahmad Monianse mengatakan anggota legislatif dari partainya yang lolos ke DPRD Kota Baubau periode 2019-2024 merupakan kader muda semua. Dia menyebut tiga kadernya yang lolos merupakan ”wong cilik” partai.
“Semua kader yang lolos merupakan kader muda dengan usia tak lebih dari 30 tahun. Olehnya itu semua kader yang lolos diminta untuk segera menyesuaikan diri, terus belajar dan tetap membawa semangat partai,” ucap Monianse, Rabu (8/5/2019).
Wakil Wali Kota Baubau ini menegaskan, legislator partainya harus tetap kritis untuk mengawal aspirasi rakyat dan semangat partai.
Monianse juga menuturkan, pihaknya sudah melayangkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke KPU Kota Baubau. Laporan itu dilayangkan pada 1 Mei 2019 lalu.
“Kalau LPPDK tidak kami laporkan maka ada konsekuen akan menghambat tiga kursi yang sudah kita dapatkan. Makanya kami sudah laporkan,” ujarnya.
Baca Juga :
- Turun ke Warkop, Kapolres Konawe Selatan Ajak Warga Jaga Kampung : Kamtibmas Tanggung Jawab Bersama
- Santai Tapi Tegas! Wakapolda Sultra Ngopi Bareng Ketua Kopdar Rusmin dan Tokoh Sultra Bisman Saranani, Bahas Kantibmas, Narkoba, Miras Hingga Judol
- Lagi! Polres Konsel Gagalkan Peredaran 50 Sachet Sabu 11,62 Gram di Lamboo Moramo, Pemuda 20 Tahun Diciduk
- Bengkel Seni FISIP UHO Bangkit! Resmi Lantik 73 Anggota Baru di 5 Divisi, Siap Guncang Panggung Seni Kampus
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
Meski begitu, Monianse tak merinci pasti jumlah besaran anggaran dana kampanye. Dia mengaku anggaran kampanye partainya tergolong kecil dibanding partai lainnya. Karena itu, sejak awal dia menekankan kepada kadernya agar mengubah model kampanye.
“Saya sampaikan metodenya diubah dari penggalangan masa ke model door to door. Itu lebih efisien dan tidak kalah bagus ketimbang penggalangan massa yang punya konsekuensi besar. Partai kami juga diisi kader wong cilik jadi dananya juga cilik. Jadi, hanya sebatas untuk membuat stiker dan baliho,” pungkas mantan legistor Baubau ini. (A)











