oleh

Kinerja Pasar Modal 2021 di Sultra Mengalami Peningkatan

-NEWS-55 dibaca

KENDARI – Kinerja Pasar Modal di Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang tahun 2021 terbilang sangat baik, ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah investor dan nilai transaksi jual beli saham.

Sepanjang tahun 2021, terdapat penambahan investor sebanyak 7.218 Investor Saham Baru yang berasal dari Provinsi Sultra, sehingga total Investor saham di Sultra telah mencapai 13.323 Investor.

Jumlah ini bertambah sebanyak 118,2 persen dari total investor di tahun 2020. Hal ini menunjukkan minat masyarakat Sultra yang cukup tinggi untuk berinvestasi di Pasar Modal sepanjang tahun 2021.

Baca Juga : Ketua DPRD Sultra Hadiri Pengajian Bulanan NU di Konawe

P.H. Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sultra, Ricky menerangkan adapun nilai rata-rata transaksi jual beli saham per bulan selama tahun 2021 sebesar Rp 206.762.250.900,-. Jumlah ini juga berada diatas nilai transaksi rata-rata di tahun 2020 yang bernilai Rp 75.217.055.760,-. Artinya telah terjadi kenaikan sekitar 274,8% dari sisi nilai rata-rata transaksi per bulan.

“Dari total 13.323 Investor, terdapat 8.817 Investor yang berada di bawah usia 30 tahun. Ini menandakan kesadaran kaum muda dalam berinvestasi saham di Sultra cukup besar yakni sekitar 66,1 % dari total investor yang ada,”jelasnya, Senin, 24 Januari 2022.

Lanjut Ricky menyebutkan adapun nilai aset saham yang dimiliki oleh investor di Sultra mencapai 189 Milyar rupiah.
“Dari 189 Milyar tersebut 20 milyar merupakan aset yang dimiliki oleh kaum milenial yang ada di Sultra,” imbuhnya.

Baca Juga : Dompet Duafa Sultra Siapkan 600 paket Donasi Awal Tahun ke Lima Kabupaten

Selanjutnya Ricky menjelaskan, saat ini pula sangat mudah bagi masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal, baik itu dalam bentuk Saham ataupun Reksadana.

“Pembukaan rekening saham sudah dapat dilakukan secara online maupun berkunjung langsung ke perusahaan sekuritas yang diminati. Syaratnya cukup dengan melampirkan KTP, Buku Tabungan dan Dana minimal Rp 100.000,- yang langsung menjadi saldo awal rekening saham atau reksadana yang bersangkutan,” pungkasnya.

Penulis : Sardin.D

Terkini