oleh

KKN Harus Diberantas, Ali Mazi: Masyarakat Tidak Percaya Lagi Kepada Pemerintah

-FEATURED, POLITIK-96 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), harus lebih diperhatikan dan diberantas. Karena saat ini masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah tidak percaya lagi kepada pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Ali Mazi pada saat acara pendalaman visi misi bakal calon gubernur dan wakil gubernur putaran ke-2 periode 2018-2023 di Hotel Clarion pekan lalu.

“Yang harus lebih diperhatikan adalah masalah KKN yang harus diberantas untuk memuluskan semua program- program pemerintah agar berjalan mulus tanpa ada gangguan. Karena masyarakat tidak percaya lagi kepada pemerintah” kata Ali Mazi kepada media ini.

Menurutnya, ada banyak kekayaan alam di Sulawesi Tenggara yang menjadi potensi besar bila dikelola dengan baik. Dapat menjadi batu loncatan peningkatan ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat banyak, seperti tambang emas, tambang nikel, aspal, kayu jati , kekayaan laut dan masih banyak lagi tetapi kekayaan itu belum difungsikan dengan baik,” jelasnya.

Lebih jauh lagi mantan Ketua DPW Nasdem ini mengatakan bahwa kekayaan sumber daya alam di Sulawesi Tenggara ini belum maksimal dalam pengelolaanya. Pertambangan dan potensi daerah belum mampu menyentuh seluruh aktivitas ekonomi masyarakat Sultra.

“Dalam pengelolaan sumber daya alam di Suawesi Tenggara kita tidak boleh menutup diri, ayo kita libatkan masyarakat di dalam maupun diluar negeri sehingga sumber daya alam yang selama ini kita bangga-banggakan dapat dirasakan serta dinikmati, khususnya seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

(Baca JugaAsrun Tetap Konsisten Pada Pembangunan Infrastruktur Pengaspalan Jalan Seluruh Wilayah di Sultra)

Sehubungan dari peningkatan pengelolaan sumber daya alam kata Ali Mazi bahwa, perlu kita harus mendayagunakan Sumber Daya Manusia (SDM), di lingkungan masyarakat Sultra, karena sampai saat ini kita masih belum maksimal memberikan kesempatan kepada mereka untuk terlibat dalam pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Laporan : Hendriansyah
Editor : Jaspin

Terkini