Reporter : Erlin
Editor : Kang Upi
MORAMO – Kapal Motor (KM) Tiga Nur asal Moramo dengan tujuan Kecamatan Laonti tenggelam tidak jauh dari Dermaga Lapuko, Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kapal yang membawa delapan penumpang ini tenggelam Rabu (7/82019), sekitar pukul 16:30 Wita. Dalam musibah ini, kedelapan penumpang selamat, termasuk seorang diantaranya anggota DPRD Konsel dari Komisi III bernama Samsu
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tujuh orang penumpang lainnya yang selamat merupakan staf Setda Konsel Bagian Umum, yang hendak menuju Laonti untuk mempersiapkan agenda Pemda.

Ketujuh staf yang menjadi korban yakni Fatmawati (20), Suryanto (28), Asrafil (22), Idhal (23) Ramadhan (33), Satarman (35), Iman (28).
BACA JUGA :
- Kapolda Sultra Terpilih Aklamasi Pimpin Perbakin, Bidik Prestasi Nasional
- Peringati HUT ke-30, Polda Sultra Gelar Doa Bersama Hadirkan Ustadz Das’ad Latif
- Polres Kolaka Raih Penghargaan Kompolnas Awards 2026
- Mantan Caleg DPR RI Dapil Sultra Ditangkap Polda, Diduga Tipu Rp50 Juta Pakai Fortuner Rental
- Kajati Sultra Edukasi 1.200 Maba UM Kendari Soal Budaya Anti Korupsi
- Tips Belanja Hemat di Informa Kendari: Nyaman, Cerdas, Bisa Dicicil Tanpa DP dan Tanpa Survey
Tidak hanya para staf, kapal yang naas itu juga memuat sejumlah perlengkapan sound sistem milik Pemda Konsel, yang rencananya akan digunakan dalam kegiatan di Laonti.
Kapolres Konsel, AKBP Dedy Adrianto menjelaskan, saat musibah terjadi KM Tiga Nur dinahkodai Madin (40) bersama dua rekannya, masing-masing Harli (30) dan Awal (25).
Dedy menyebutkan, dari infomasi yang dihimpun pihaknya, diduga penyebab karamnya kapal tersebut akibat beban yang tak seimbang dan kelebihan muatan yang mengakibatkan kapal menjadi miring dan lalu tenggelam.
“KM Tiga Nur tiba-tiba miring ke kiri sampai akhirnya kapal tersebut karam saat menuju Kecamatan Laonti dengan muatan alat sound sistem milik Pemda Konsel. Perkiraan sementara karamnya KM Tiga Nur akibat banyaknya barang yang disimpan di atas tenda,” ungkap Dedy
Dedy juga menjelaskan jika tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun kerugian material ditaksir Rp 200 juta. “Kerugian material masing-masing 3 (tiga) ampli power, 1 (satu) keyboard, 1 (satu) menejemen, 3 (tiga) acquiser, 1 (satu) genset, 8 (delapan) hand phone milik penumpang,” terangnya.
Dalam musibah ini, kedelapan penumpang yang selamat selanjutnya distirahatkan di Kantor Syahbandar, sebelum dipulangkan menuju Kota Kendari dan Konsel. (B)











