Redaksi
KENDARI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe mengkampanyekan gerakan ‘Ramah Sampah’ untuk mengurangi dan menekan jumlah sampah plastik yang dihasilkan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Konawe, Ilham Jaya menjelaskan, kampanye ‘Ramah Sampah’ merupakan program nasional untuk mengurangi dan mengendalikan sampah plastik.
“Bentuk programnya itu kita membawa tempat air minum sendiri atau Tumbler, saat rapat dan aktivitas lainnya dan tidak menggunakkan botol air minum sekali pakai, sehingga tidak menambah sampah plastik,” kata Ilham Jaya.
Dalam program Ramah Sampah ini, DLH mengkampanyekan penggunaan tumbler serta gerakan bebas kantong plastik saat mengikuti devile pembukaan Porseni HUT RI ke-74 tingkat Kabupaten Konawe.
BACA JUGA :
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Tri Saktiawan Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
- Satgas KSD DPP LAT Layangkan Surat Kedua ke SCM, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Sumber Daya
- LSM FKPK dan GERAK Minta Pernyataan Sekretaris LPM soal Kepemilikan Wisata Pantai Toronipa Diuji
- Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe
- 11 TAHUN TAK DIBAYAR! KUASA HUKUM KELUARGA LAMOKUNI TUNTUT PERUSAHAAN KEMBALIKAN LAHAN PLASMA 35%
- Plt Lurah Toronipa Sebut Ada “Pungli” di Pos PAD Pariwisata Konawe, Hasilkan Rp 4 Hingga 5 Juta oleh Warga pada Malam Hari
“Jadi itu ajakan kepada masyarakat, dan tahun – tahun mendatang kami akan programkan dan akan kami launching bersama bupati dan wakil bupati serta unsur pimpinan daerah berupa program pengendalian sampah plastik,” terangnya.
Selain di instansinya, ia juga menghimbau masyarakat untuk memulai kebiasaan meminimalisir penggunaan sampah plastik dengan melatih diri untuk menggunakan wadah air minum secara jangka panjang dan tidak sekali pakai.
“Kita juga bisa meminimalisir penggunaan plastik saat berbelanja dengan menggunakan dan membawa sendiri tas kain, karena plastik sisa belanja juga akan menimbulkan sampah setelah belanja,” imbaunya.
Ilham Jaya juga menuturkan jika masyarakat menyediakan tas sendiri, seperti berbahan kain atau dari bahan daur ulang maka akan mengurangi jumlah sampah.
“Jadi kalau membawa tas sendiri, misalnya berbahan kain atau daur ulang itu akan berdampak pada pengurangan sampah plastik,” pungkasnya.











