Reporter : Ridho
Editor : Kang Upi
KENDARI – Tindak kekerasan atas warga Wawonii oleh oknum aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menimbulkan jatuhnya korban terus menuai kecaman dari berbagai pihak.
Untuk kasus ini, Wakil Sekretaris Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra, Mardamin, SE. menegaskan, jika kasus tersebut harus diusut tuntas. Sebab menurutnya, harus ada yang bertanggungjawab atas tindakan aparat tersebut.
“Kenapa harus bentrok, kalau bisa diselesaikan dengan cara-cara humanis. Dan kalau sudah seperti ini harus ada yang bertanggungjawab dengan hal ini,” tegasnya, via rilis pada mediakendari.com, Kamis (07/03/2019).
Dengan kejadian ini, dirinya mengaku kecewa dengan sikap arogan aparat keamanan. Sebab keberadaan aparat seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat bukan malah menyakiti masyarakat.
“Mereka hanya menyuarakan aspirasinya dan tuntutan mereka jelas, seharusnya diterima dengan baik bukan malah diperlakukan tidak manusiawi,” ujarnya mantan Ketua BEM FEB UHO ini.
Baca Juga :
- Polsek Lantari Jaya Salurkan Air Bersih, Bantu Warga Hadapi Kemarau
- GERAK Sultra Soroti Tambang Nikel: Hutan Lindung Jangan Jadi Korban, Tambang Pasir Saja Rusak DAS
- Polda Sultra Bongkar Pembakaran HPT di Koltim, 350 Hektare Terdampak
- IMIK Jakarta Desak Evaluasi dan Penghentian Sementara Aktivitas PT EMS Usai Truk Tangki Hantam Rumah Warga
- 250 Anak Serbu Kids Wild Adventure di Cafe Langit Hotel Qubah 9 Kendari
- Upacara Haornas 2026 di Polda Sultra, Pesan Menpora: Olahraga Pemersatu Bangsa
Tidak hanya itu, Ia juga mendesak Gubernur Sultra, Ali Mazi agar segera mengabulkan tuntutan masyarakat Wawonii, yaitu mencabut 13 Izin Usaha Pertambangan (IUP).
“IUP itu terbit dimasa Gubernur sebelum Ali Mazi dan itu sangat merugikan masyarakat. Mudah-mudahan pemerintahan AMAN lebih mengedepankan kepentingan masyarakat, dibandingkan pribadi atau perorangan,” teranynya.
Ia juga berharap agar di kepemimpinan Gubernur Sultra kali ini, tidak terjadi lagi terulang kejadian seperti apa yang menimpa warga Wawonii. (A)











