oleh

KPwBI Sultra Sebut Inflasi di Juli Masih Terkendali

KENDARI – Pada Juli 2018, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan inflasi sebesar 0,81% (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 1,99% (mtm).

Seperti dikatakan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Sultra, Surya Alamsyah, penurunan inflasi tersebut terutama didorong oleh penurunan harga pada kelompok bahan makanan khususnya ikan segar dan kelompok administered price khususnya angkutan udara.

“Penurunan inflasi yang lebih dalam tertahan oleh peningkatan inflasi pada komoditas tarif pulsa seluler dan biaya pendidikan. Secara spasial, Kota Kendari dan Kota Baubau mencatatkan inflasi masing-masing sebesar 0,66% (mtm) dan 1,20% (mtm). Inflasi ini dinilai masih terkendali,” ujar Alamsyah melalui keterangan resminya, Kamis (02/08/2018).

Dengan kondisi tersebut, katanya, inflasi tahunan Sultra tercatat sebesar 1,61% (yoy) dengan inflasi tahunan untuk Kota Kendari sebesar 1,27% (yoy) dan Kota Baubau sebesar 2,50% (yoy). Sementara itu inflasi nasional pada Juli tercatat sebesar 0,28% (mtm), dan secara tahunan tercatat sebesar 3,18% (yoy) atau masih dalam rentang sasaran inflasi tahun ini sebesar 3,5 ┬▒ 1%.

Alamsyah menuturkan, cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara yang berangsur normal sepanjang Juli 2018 mendorong penurunan tekanan inflasi pada kelompok komoditas bahan makanan bergejolak (volatile food – VF) khususnya kelompok ikan segar. Inflasi kelompok volatile food tercatat turun dari 5,90% (mtm) pada Juni 2018 menjadi sebesar 2,12% (mtm) pada Juli 2018.

“Komoditas ikan segar yang tercatat mengalami deflasi diantaranya adalah ikan kembung, layang, cakalang dan cumi-cumi. Selain ikan segar, komoditas Volatile Food yang mengalami deflasi yakni bawang merah. Namun penurunan tekanan inflasi yang lebih besar pada kelompok ini tertahan oleh inflasi pada komoditas sayur-sayuran, cabai rawit, tomat dan beras,” ujarnya.

Dijelaskannya, penurunan inflasi secara signifikan terjadi pada kelompok administered price dari 2,54% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi sebesar -0,56% (mtm) pada Juli 2018, sehingga mendorong inflasi tahunan kelompok administered price turun menjadi sebesar 2.35% (yoy).

“Penurunan inflasi pada kelompok administered price terutama didorong oleh deflasi yang terjadi pada tarif angkutan udara di Kota Kendari yang sebesar -22,12% (mtm), meskipun pada saat yang sama di Kota Baubau komoditas tersebut masih mengalami inflasi,” cetusnya.

Lanjut dia, sebagaimana arahan Presiden RI dalam forum Rapat Koordinasi Nasional TPID ke IX, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tenggara akan terus meningkatkan koordinasi dalam rangka mendorong terwujudnya kerjasama antar daerah di Sulawesi Tenggara.

“Peningkatan infrastruktur penghubung antar daerah dan pembangunan pasar pengumpul di daerah akan terus dilakukan dalam upaya mengurangi biaya transportasi dalam kegiatan perdagangan antar daerah. Koordinasi yang telah terjalin dengan Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan peredaran barang juga akan terus ditingkatkan untuk mencegah penimbunan barang,” tutup Alamsyah.


Reporter : Waty

Terkini