Editor: Wiwid Abid Abadi
KENDARI – Pertandingan sepak bola Liga 3 Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat sore (20/8/2019), yang mempertemukan Wonua Bombana Vs Emphank FC (Muna), di Stadion Lakidende, Kota Kendari, berakhir ricuh.
Pantau jurnalis mediakendari.com di stadion, pertandingan terpaksa dihentikan pada menit ke 70, karena wasit yang memimpin jalanannya pertandingan, tak bersedia melanjutkan permainan. Saat dihentikan, untuk sementara Emphank FC unggul, dengan skor 2 – 0.
Keributan dipicu karena adanya protes keras yang dilayangkan oleh pelatih, official, dan pemain Wonua Bombana, kepada wasit yang memberi kartu merah kepada salah satu pemainnya.
Selain protes keras, beberapa pemain dan official Wanua Bombana juga sempat mengejar wasit dan hakim garis hingga masuk kedalam tribun utama.
Beberapa saat setelah keributan, wasit dan hakim garis pertandingan tak mau keluar dari dalam tribun utama. Kedua kesebelasanpun sempat menunggu kurang lebih hingga setengah jam.
BACA JUGA:
- SSB Muna Warnai CISC Kendari Cup 1, Tiga Piala Diboyong Pulang
- Kukuhkan 30 Pengurus Baru, KONI Konut Bidik Tata Kelola Olahraga yang Lebih Modern
- Wakil Wali Kota Sudirman Resmi Tutup Puncak TARKAM 2025, Ribuan Warga Padati Tugu Religi
- Fun dan Kompetitif! Lomba Tarkam Kemenpora 2025 Hidupkan Tradisi Olahraga Rakyat di Kendari
- Wakil Bupati Konawe Utara Buka Turnamen Voli Laramo Meohai Cup I, Dukung Pengembangan Olahraga Daerah
- Kolaborasi dan Sportivitas Warnai Pembukaan Turnamen Bulutangkis Antar Media di Kendari
Karena wasit tak kunjung keluar, dan laga tak dilanjutkan, pemain dan official kedua kesebelasan langsung meninggal stadion, pertandinganpun batal dilanjutkan dan masih tersisah kurang lebih 20 menit.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak panitia penyelenggara.











