Editor: Wiwid Abid Abadi
KENDARI – Pertandingan sepak bola Liga 3 Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat sore (20/8/2019), yang mempertemukan Wonua Bombana Vs Emphank FC (Muna), di Stadion Lakidende, Kota Kendari, berakhir ricuh.
Pantau jurnalis mediakendari.com di stadion, pertandingan terpaksa dihentikan pada menit ke 70, karena wasit yang memimpin jalanannya pertandingan, tak bersedia melanjutkan permainan. Saat dihentikan, untuk sementara Emphank FC unggul, dengan skor 2 – 0.
Keributan dipicu karena adanya protes keras yang dilayangkan oleh pelatih, official, dan pemain Wonua Bombana, kepada wasit yang memberi kartu merah kepada salah satu pemainnya.
Selain protes keras, beberapa pemain dan official Wanua Bombana juga sempat mengejar wasit dan hakim garis hingga masuk kedalam tribun utama.
Beberapa saat setelah keributan, wasit dan hakim garis pertandingan tak mau keluar dari dalam tribun utama. Kedua kesebelasanpun sempat menunggu kurang lebih hingga setengah jam.
BACA JUGA:
- Sejarah Baru Biliar Sultra! 48 Wonder Ladies Duel di Kraken Billiard, Ketua POBSI Kendari Ardiansyah Pratama Putra Siapkan Hadiah Rp 6,7 Juta + Trophy
- Fun Game Eksekutif POBSI Kendari Sukses! Adi 88 Keluar Sebagai Juara, Bukti Biliar Sultra Makin Bergairah
- Gagas Sampara Raya Cup I, Doktor Suryadi : Wadah Silaturahmi 8 Kecamatan dan Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Konawe
- Turnamen Futsal SD 84 Kendari Cup 1 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Cilik
- Ini Lima Program Strategis KORMI Sultra saat Audiens ke DPRD
- Buka Turnamen Kapolda Sultra Cup Basketball Competition 2026, Himawan Bayu Aji : Wadah Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi
Karena wasit tak kunjung keluar, dan laga tak dilanjutkan, pemain dan official kedua kesebelasan langsung meninggal stadion, pertandinganpun batal dilanjutkan dan masih tersisah kurang lebih 20 menit.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak panitia penyelenggara.











