oleh

Lebih Banyak Impor, Presentasi Ekspor Sultra pada November 2017 Turun Hingga 53,37 Persen

KENDARI – Berdasarkan rilis data ekspor yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), presentasi ekspor Sultra pada November 2017 sebesar US$ 35,47 juta (Dolar Amerika Serikat) mengalami penurunan sebesar 53,37 persen dibanding Oktober 2017 sebesar US$76,06 juta.

Jika dibandingkan dengan November 2016 ekspor Sultra sebesar US$ 12,00 mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 195,58 persen, dimana pada November 2017 sebesar US$ 35,47.

“Presentasi pangsa pasar Januari sampai November 2017 yakni 80,73 persen dan yang terbesar itu pertama Tiongkok US$ 124,75 juta (38,75 persen), kemudian yang kedua India US$ 79,71 juta (24,81 persen) dan yang ketiga Korea Selatan US$ 54,96 juta (17,10 persen), ungkap Atqo di aula BPS Sultra, Selasa (2/01).

Dijelaskannya, share terbesar untuk total ekspor Januari hingga November 2017 yakni besi dan baja sebesar US$ 221,62 juta (68,97 persen). Menyusul biji logam, perak dan abu sebesar US$ 60,51 juta (18,83 persen).

Sementara itu, katanya, nilai impor Sultra pada Bulan November 2017 sebesar US$ 72,57 juta dibanding Oktober 2017 sebesar US$75,02 Juta, sehingga mengalami penurunan sebesar 3,27 persen. Namun masih mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Novemver 2016 sebesar US$64,10 juta.

Dia menuturkan, ada tiga negara andalan Sultra sebagai negara pengimpor di November 2017 diantaranya Tiongkok US$64,02 juta (50,28 persen), kemudian Singapura US$258,29 juta (35,68 persen), dan Malaysia US$45,96 juta (6,35 persen).

“Total impor Januari sampai November 2017 sebesar US$ 723,92 juta naik 106,43 persen (y-o-y). Share terbesar komoditas impor didominasi bahan bakar mineral sebesar 330,87 juta (45,70 persen), mesin dan pesawat mekanik US$ 187,08 juta (25,84 persen),” cetusnya.

“Untuk neraca perdagangan November 2017 lebih banyak impornya sehingga defisit sebesar US$37,10 juta. Bahkan neraca perdagangan Januari sampai November 2017 tetap lebih banyak impor sehingga defisit semuanya sebesar US$402,59 juta,” pungkasnya.

Reporter: Waty
Editor: Kardin

Terkini