Reporter: Hendrik
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) korban pembacokan dua pria tak dikenal, Muhamad Iksan, kini kondisinya membaik pasca mendapatkan 15 jahitan di kepala (sebelumnya ditulis 24 jahitan). Ia telah kembali ke kediamannya.
Kasus itu sudah dilaporkan Iksan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (2/1/2020) pukul 13.36 WITA. Laporan tersebut tertuang dalam nomor : LP/01/I/2020 SPKT Polda Sultra, Tanggal 2 Januari 2020.
“Iya, saya sudah melapor tadi malam,” ungkap Iksan kepada MEDIAKENDARI.com, Jumat (3/1/2020).
Mahasiswa Jurusan Kehutanan ini berharap Polisi cepat menangkap pelaku.
“Saya berharap kepada kepolisian agar dapat mengusut tuntas kasus yang menimpa saya, karena ketika kasus saya ini tidak diusut tuntas, kawatirnya akan terjadi lagi hal yang sama,” tuturnya.
BACA JUGA :
- Cegah Tawuran, Kapolda Sultra Gelar Program Polisi Peduli Pendidikan di SMAN 4 Kendari
- Kapolda Sultra Pimpin Apel Operasi Patuh Anoa 2026 : Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan
- Putusan Sela PN Unaaha Tolak Eksepsi VDNI dan OSS, Perkara Gugatan Lingkungan Hidup Rp 42,77 Miliar Berlanjut, WALHI Sultra : Siap Hadapi Persidangan Kerugian Ekonomi
Informasi sebelumnya, Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Haluoleho (UHO) Kota Kendari, Muhammad Irvan (23) ditebas orang tak dikenal usai berunjuk rasa terkait kasus perusahaan tambang, di Kantor DPRD Sultra, Kamis (2/1/2019).
Iksan mengalami luka robek akibat tebasan parang di bagian kepala tepat di atas telinga kanan dengan 15 jahitan. (B)











