Reporter: Muh Ardiansyah R
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menilai pernikahan dini menjadi masalah terbesar para remaja. Merespon itu, melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Sultra, bakal memperkuat program Generasi Berencana (GenRe).
Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengatakan program GenRe menjadi wadah pengembangan dan mengedepankan pembentukan karakter bangsa untuk di kalangan generasi muda.
“Menikah harus penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi,” ucapnya dalam sambutan acara 1.000 hari pertama kehidupan, Senin (23/12/2019).
Penyiapan perencana kehidupan berkeluarga bagi remaja, melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan, sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana.
“Menjahui pernikahan dini untuk menghindari seks pra nikah,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sultra sangat mengapresiasi dan siap mendukung program GenRe dalam rangka menciptakan generasi muda berkualitas.
BACA JUGA :
- Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian
- Kasus Penipuan Online di Sultra Tembus 943 Perkara, Facebook Jadi Modus dan Media yang Paling Dominan
- Berhasil Kurangi Pengangguran, Lima Daerah di Sultra Raih Penghargaan dari Kemendagri
Lanjutnya, perkembangan dunia yang kian mengglobal, menjadi perubahan-perubahan besar terhadap perilaku remaja, namun perubahan tersebut lebih cenderung mengarah pada kegiatan negatif dibanding positif.
“Masalah hamil di luar nikah dan aborsi serta AIDS dan penyalahgunaan zat adiktif, sehingga remaja membutuhkan penanganan serta informasi seluas-luasnya mengenai kesehatan reproduksi,” katanya.











