Mengenal Rajiun Tumada: Sosok Pemimpin Tawadhu yang Tak Berjarak dengan Masyarakat

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawadhu, sehingga seseorang tidak merasa bangga lagi sombong terhadap orang lain dan tidak pula berlaku aniaya kepada orang lain.” HR Muslim (XVII/200 dalam Syarh Shahiih Muslim, Imam an-Nawawi).

Mengimplementasikan sabda Rasulullah SAW di atas bagi kita manusia bukanlah perkara mudah. Apalagi bagi seorang pemimpin yang diberi keistimewaan karena jabatan yang disandangnya, maka akan banyak ujian yang menghalangi untuk menjadi sosok yang tawadhu.

Seseorang yang menjadi pemimpin pada suatu level pemerintahan biasanya mendapatkan hak keistimewaan yang dibatasi oleh aturan yang sangat kaku untuk berinteraksi dengan masyarakat yang dipimpinnya, sehingga acap kali kondisi ini semakin menjauhkan pemimpin dan masyarakat yang dipimpinnya.

Kondisi tersebut akan semakin menjadi-jadi jika karakter pemimpin tersebut jauh dari sikap yang egaliter dan merakyat sehingga gap antar masyarakat dan pimpinannya akan semakin jauh.

Namun tidak demikian dengan karakter Rajiun Tumada. Kita mengenal beliau setiap saat hampir tak pernah lepas dari sikap yang penuh keakraban, tak berjarak dengan siapapun juga. Apalagi sosoknya selalu mudah melempar senyuman kepada lawan bicara atau siapa saja yang bertemu dengannya baik itu bagi orang yang telah dikenalnya atau yang baru bertemu dengan beliau.

Sikap tawadhu sangat cocok untuk menggambarkan karakter beliau. Sikap tawadhunya terlihat dari beberapa ciri-ciri dari sifat tawadhu yang melekat padanya yaitu menjunjung tinggi kebenaran, mau bergaul dengan fakir miskin dan bahkan tulus mencintai mereka serta ringan tangan membantu orang.

Sosok Rajiun Tumada sangat konsisten dalam menjunjung tinggi kebenaran. Hal ini terlihat dari praktek kebijakan pembangunan di Muna Barat yang setiap saat mempedomani peraturan perundang undangan yang berlaku.

Komitmen penyelenggaraan pemerintahaan dengan prinsip good and clean governance. Good and Clean governance adalah sistem pemerintahan yang bersih serta merupakan suatu pemerintahan yang efektif, efesiensi, jujur, transparan,bertanggung jawab dan berwibawa dalam melakukan manajemen pemerintahan. Pemerintahan yang bersih akan membuat rakyat percaya terhadap pemerintah sehingga tidak ada saling curiga antara rakyat kepada pemerintah.

Salah satu indikator dari penyelenggarahan pemerintahan yang menerapkan praktek good and clean governance adalah dalam hal pengelolaan keuangan daerah yang mana Kabupaten Muna Barat berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian sebanyak tiga kali berturut turut.

Aspek ke-tawadhu-an Rajiun Tumada juga tercermin dari kedekatannya dengan masyarakatnya. Selama beliau memimpin di Kabupaten Muna Barat hampir setiap saat tak mengenal ruang dan waktu berinteraksi dengan masyarakatnya. Ia setiap saat selalu terbuka menerima keluh kesah masyarakat sekalipun diluar jam kantor. Dengan karakter demikian tak heran jika beliau selalu diharapkan kehadirannya oleh masyarakat dalam situasi suka dan duka.

Jika pun Rajiun berhalangan hadir selalu saja diamanahkan kepada Wakil Bupati Muna Barat untuk hadir dalam acara dimaksud. Seperti ketika beberapa saat yang lalu beliau menjalankan ibadah umrah maka selalu ada yang menghadiri undangan masyarakat mewakili beliau. Kapanpun dan di manapun kehadirannya selalu dinantikan oleh masyarakat karena sosok Rajiun Tumada tak hanya menjadi milik masyarakat Muna Barat secara khusus namun juga telah menjadi milik masyarakat Muna secara umum bahkan masyarakat Sulawesi Tenggara secara luas.

Sisi lain sikap tawadhu, Rajiun Tumada juga terlihat dari sikap sosialnya kepada sesama yang begitu mudah membantu mereka yang lemah dan tak berdaya. Sikap ini tak muncul karena kepentingan politik atau apapun juga namun semata mata karena kepedulian beliau yang tinggi pada kemanusian.

Tentu kita masih mengingat bagaimana kasus seorang balita asal Desa Lawada, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menderita penyakit Hydrocephalus. Penyakit yang terbilang langkah ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Bupati Mubar LM Rajiun Tumada langsung memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Mubar Hidayat, untuk membantu pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Bahteramas pada tahun 2018 yang silam.

Pada aspek kebijakan, Rajiun Tumada juga menterjemahkan sikap kesalehan sosialnya melalui program bantuan gratis seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP sederajat. Kebijakan tersebut merupakan salah satu komitmen beliau untuk meringankan beban pengeluaran para orang tua siswa khususnya pada kalangan orang tua yang tak mampu.

Pelbagai kebijakan dan sikap sosok Rajiun Tumada sesungguhnya mencerminkan sikap ketawadhuan beliau dan juga sikap kesalehan pribadinya yang bertransformasi menjadi kesalehan sosial dan hal tersebut diimplementasikan oleh beliau dalam sederet kebijakan pembangunan di Muna Barat. Dan alhamdulillah kesungguhan tersebut telah berhasil membawa Muna Barat maju dan sejahtera seperti yang kita rasakan saat ini.
wallahu a’lam bis-shawab.

Penulis: Surachman ST, (Koordinator Media Pembangunan Pembangunan Muna Barat)

Iklan Pangdam Ucapan Selamat kepad Kapolda