Wagub Sultra, H. Lukman Abunawas.

Tidak Dilibatkan Saat Mutasi, Wagub Sultra Pertanyakan Komitmen Gubernur

Iklan Nirna

Reporter : Rahmat R.
Editor : Def

KENDARI – Belum genap setahun menduduki jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), iklim kepimpinan yang dijalankan Ali Mazi dan H. Lukman Abunawas (AMAN) sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ketidak harmonisan sebagai pimpinan di Bumi anoa ini.

Tanda-tanda itu terlihat saat pelantikan 42 pejabat adimistrator atau pejabat Eselon III lingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sultra pada Senin (07/01/2019), kemarin di ruang pola Kantor Gubernur Sultra yang dilakukan oleh Gubernur Sultra Ali Mazi.

Apps Mediakendari

Dimana dalam acara itu Wagub tidak terlibat dalam pelantikan, hal memunculkan spekulasi jika keduanya sudah tidak sejalan lagi dalam memimpin Sultra.

Wagub Sultra, H. Lukman Abunawas yang dikonfirmasi megenai hal ini, mengakui jika pelantikan tersebut secara langsung dirinya tidak diundang, sehingga dirinya menilai jika mutasi tersebut terkesan ada sarat kepentingan.

“Betul kemarin saya tidak diundang dan ini mutasi terkesan ada sarat kepentingan, karena sebaiknya libatkan Wagub, sesuai komitmen kami dengan pa Ali Mazi,” ungkapnya, Selasa (08/01/2019) kepada Mediakendari.com melalui pesan WhatsAppnya.

Lukman menjelaskan, dalam komitmen yang dibangunnya bersama Ali Mazi urusan birokrasi Wagub yang menangani, kendatipun keputusan tertinggi ada pada Gubernur. Sementara urusan Pemerintahan dan investasi dihendel oleh Gubernur Sultra.

“Ini janji Ali Mazi dalam kampanye, serta dalam pertemuan dengan keluarga besar masyarakat Tolaki. Boleh tanya tokoh-tokoh masyarakat Tolaki atau Tim Inti AMAN mengenai hal ini,” terangnya.

Iklan Nirna

Mantan Bupati Konawe dua periode ini mengaku sangat kecewa dengan perlakuan Ali Mazi yang tidak sesuai dengan komitmen awal di masa-masa kampanye.

“Jadi saya sangat kecewa dengan perlakuan Ali Mazi yang tidak komitmen ini, kemarin saya panggil Ld Mustari selaku Kepala BKD kenapa ada acara pelantikan tidak hubungi saya sebelumnya. Karena saya menilai tidak dihargai, saya kok tidak ada undangan, saya langsung tegur yang bersangkutan,” katanya.

Saat memanggil Laode Mustari, Lukman juga menjelaskan jika Sultra adalah milik bersama Buton, Tolaki, Muna, Moronene, dan suku-suka yang ada di Sultra, tidak ada pengecualian.

“Jangan ada pengkotak-kotakan, buktinya pelantikan kemarin 90 persen dari Buton Raya, Tolaki hanya 1 orang, ini bisa membahayakan rasa persatuan & kesatuan sesama kita semua yang selalu akrab dengan penuh kekeluargaan,” ungkapnya.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra ini menegaskan dirinya tidak terima dengan sikap Ali Mazi yang bertindak sendiri.

“Saya tidak terima dengan cara-cara ini, ingat waktu berjuang saat Pilkada semua sama-sama korban, tanya mereka apa yang saya tidak korbankan, bukan saja tenaga dan pikiran tapi juga materi, boleh cek siapa yang berdarah-darah. Jadi kita harus sadari diri kita apa tepat langkah yang kita ambil atau keliru, tolong dikoreksi,” tutupnya. (A)


Iklan HUT Konawe

error: Content is protected !!