Reporter : Mumun
Editor : Taya
WANGGUDU – Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruksamin mengharapkan pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerahnya (OPD) dapat bekerja tidak hanya menjadi fasilitator, pendorong namun dapat menjadi pelaku usaha, baik pada sektor pertanian, perkebunan maupun peternakan. Demikian disampaikan Mantan Ketua DPRD Konut ini saat memberikan sambutan pada acara panen raya jagung hibrida miliknya di Desa Awila Puncak Kecamatan Molawe, Jumat (5/4/2019).
Menurut Ruksamin, pada awal dirinya mencetuskan program jagung hibrida segelintir oknum mengejeknya. Namun, dirinya tidak berkecil hati dan membuktikan jika menanam jagung dapat menghasilkan uang.
“Saya tidak mau hanya bicara tapi saya mau buktikan.Sebagai pimpinan kita tidak bicara tapi buktikan, hari ini saya panen jagung untuk ketiga kalinya,” kata Ruksamin.
Dalam kesempatan itu pula, Ketua DPW PBB Sultra ini meminta pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk dapat mengintervensi harga jagung, agar petani yang memiliki stok jagung hibrida tidak mengalami kerugian pada saat menjualnya.
Baca Juga :
- Kejari Konawe Gelar Penilaian Barang Rampasan Ore Nikel Hasil Tambang Ilegal di Konut
- Kapolda Sultra Ajak Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026
- Konsorsium Driver Sultra Surati Gubernur, Ini Materi Pengaduannya
- Konsorsium Aktivis di Konawe sebut KPK RI tidak Punya Taring Usut 8 Proyek Diduga Mengalami Kerugian Negara Pantastis?
- Buka Turnamen Kapolda Sultra Cup Basketball Competition 2026, Himawan Bayu Aji : Wadah Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi
- Silaturahmi ke Lanud Halu Oleo, Polda Sultra Perkuat Soliditas
“Kami minta intervensi Bulog bagaimana harga jagung dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir dalam panen raya jagung hibrida adalah Sekda Martaya, Anggota DPRD, pimpinan OPD lingkup Pemkab Konut dan sejumlah kelompok tani.(a)











