oleh

Pemda Konawe Gunakan Pendekatan Budaya Sebagai Upaya Menjaga Kedamaian

-NEWS-206 dibaca

KONAWE – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) menggunakan pendekatan budaya sebagai upaya menjaga kedamaian di daerah itu.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe upaya itu diwujudkan dalam kegiatan pagelaran Pawai Budaya dan Pentas Seni dengan tema Mari Saling Menjaga Perdamaian di Bumi Konawe” bertajuk ‘Leundo Atombe Wangui Wonuando’ yang berarti ‘mari bersama membangun daerah’ yang berlangsung Kamis, 30 Desember 2021.

Pembukaan acara dimulai dengan tarian mondotambe menyambut seluruh peserta pawai.

“Acara ini sebagai bentuk sosialisasi budaya kepada anak-anak dan masyarakat agar dapat melestarikan nilai budaya yang ada,” ungkap Bupati Konawe, Kerry Saiful Konggoasa melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand.

Kata Ferdinand, hal Ini menjadi upaya pemerintah dan masyarakat sebagai ekosistem kebudayaan dan garda terdepan untuk memajukan budaya baik skala daerah maupun nasional.

Jenderal aparatur sipil negara (ASN) itu juga mengapresiasi masyarakat karena telah ikut serta berpartisipasi menyukseskan pagelaran seni dan budaya ini. Ia juga mengimbau warga agar menjaga kedamaian untuk mewujudkan visi membangun masyarakat Konawe yang hebat serta bermartabat.

“Penampilan budaya lokal yang khas dan menarik, masyarakat dan inovasi para pencinta seni dan budaya konasara kabupaten Konawe harus menjadi salah satu magnet pemersatu bangsa dengan tetap melestarikan budaya,” tuturnya.

Ferdinand bilang pagelan pekan budaya tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat Konawe bahwa kehidupan dan budaya memiliki kaitan utamanya dalam berprilaku dimanapun berada.

Ia menginginkan kegiatan tersebut menjadi ajang menumbuhkan kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan seni dan budaya baik melalui penggiat budaya, budayawan, pemerhati budaya dan organisasi kemasyarakatan.

Adanya kegiatan ini, semoga budaya tidak terkikis oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi. Semua masyarakat khususnya di Konawe juga dapat menyadari pentingnya makna kebudayaan dalam memperkokoh jati diri bangsa,” imbuhnya.

Sebagai tambahan, pekan budaya ini diramaikan sekitar enam ribu peserta yang menampilkan pakaian adat dilengkapi atribut budaya. Turut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) diantara Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe, Polres Konawe, perwakilan Dandim serta seluruh unsur pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Konawe.

 

Penulis : Redaksi

Terkini