PARIS-Lampu-lampu pada sejumlah monumen terkenal di Eropa, Sabtu (30/3) malam dimatikan untuk memperingati Earth Hour, kampanye di seluruh dunia untuk mendesak tindakan lebih banyak terkait perubahan iklim.
Wali Kota Paris Anne Hidalgo meredupkan lampu Menara Eiffel selama satu jam, mulai pukul 8.30 malam (1930 GMT).
Baca Juga :
- Negara Dirugikan Rp 401 M, GERAK SULTRA Apresiasi Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Tambang Nikel PT CNI Kolaka
- LIRA Desak Kejati Telusuri Dugaan Dana Pilkada Gubernur Sultra ASR dari PT TMS, Soroti Denda Rp2,09 Triliun
- GERAK-SULTRA Soroti Dugaan Keracunan Siswa SMA Tonggauna, Desak BGN dan Polisi Periksa Pengelolaan MBG
- 43 Calon Advokat Sultra Sukses Adu Kompetensi di UKDPA KAI, Andri Darmawan : Ini Gerbang Wajib Menuju Profesi Advokat
- MBG Kembali Makan Korban di SMA 1 Tongauna Konawe, Ketua KNPI Sultra Berang : Jangan Ada yang Dilindungi
- PT KDI Buka Suara Soal Longsor Langgikima: Prioritaskan Korban dan Siap Kooperatif dalam Investigasi
Lampu menara itu biasanya mendominasi cakrawala Paris setelah senja, tetapi diredupkan untuk tragedi besar dunia dan peristiwa seperti Earth Hour. Di depan Gerbang Brandenburg di Berlin, sekelompok aktivis lingkungan menyelenggarakan pemutaran film di alam terbuka menggunakan generator bertenaga sepeda.
Seorang wisatawan dari Swedia, yang sedang mengunjungi Colosseum Roma, mengatakan, “Earth Hour, berupaya membangkitkan kesadaran akan pemanasan global, sesuatu yang sangat baik”. Ia menambahkan semua warga di dunia harus mendukung. [my]











