Reporter : Supardan
Editor : Kang Upi
KENDARI – Kasus penganiayaan AR (37), seorang ibu hamil warga BTN Tirai Samudera, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Minggu (17/3/2019) lalu, urung bergulir ke meja hijau. Hal ini setelah aparat kepolisian dari Polsek Poasia memediasi kasus ini.
Kasus ini sendiri telah masuk Laporan Polisi, dimana WA (40) yang juga tetangga korban, dilaporkan suami AR karena melakukan tindak kekerasan terhadap istrinya.
Kanit Reskrim Poasia, Ipda Widhiyarto menjelaskan, kasus pemukulan ibu hamil tersebut sudah berakhir usai mediasi antara kedua belah pihak dan dinyatakan tidak berlanjut ke ranah hukum.
Baca Juga :
- Upacara Haornas 2026 di Polda Sultra, Pesan Menpora: Olahraga Pemersatu Bangsa
- Daftar Perusahaan Tambang Masuk Daftar Sanksi Administratif RP80,19 TRILIUN, ANTAM Terbesar, Perusahaan Istri Gubernur Sultra ASR urutan ke 10
- Gandeng Kejati Sultra, Gubernur Percepat Pengamanan Aset Daerah dan Tata Kelola SDA
- Kejati Sultra Soroti Tambang Pulau Pulau, Sugeng: Kita Cek dan Verifikasi
- Gubernur Sultra Tantang Penegak Hukum (Satgas PKH) Periksa Istrinya Terkait PT TMS yang Menambang Nikel di Hutan Lindung Pulau Kabaena
- INFORMA Kendari di “Serbu” Promo Furnitur dan Elektronik Mulai Rp900 Ribu
“Penyelesaian diselesaikan secara kekeluargaan dengan dihadiri tokoh masyarakat keluarga korban ataupun pelaku dan disaksikan pihak dari Polsek dalam hal ini Kapolsek Poasia. Adapun laporannya dicabut,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan fakta berbeda, dari informasi yang tersebar sebelumnya yang menyebutkan peristiwa pemukulan itu terjadi karena pelaku yang membuang sampah di pekarangan korban, tidak terima saat ditegur.
“Sebenarnya pemukulan terjadi saat korban sementara cuci piring, air cucian tersebut terpercik ke wajah WA hingga tersinggung. Korban lalu menegur pelaku, dan dibalas dengan pukulan ke jidat korban,” pungkasnya.
Kasus penganiayaan ini sendiri sempat mengegerkan warga BTN Tirai Samudera, Kelurahan Anggoeya, Minggu pagi, saat keduanya beradu mulut. Untungnya warga yang berkumpul segera melerai keduanya.(b)











